oleh

Pansus Covid-19 DPRD Sampang Sebut Penyaluran BLT-DD Delapan Desa Salahi Aturan

Kabarmadura.id/Sampang-Penyaluran bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) tahap II di delapan desa di Kabupaten Sampang diduga menyalahi aturan. Hal itu lantaran delapan desa tersebut masih menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak Covid-19 itu masih disalurkan secara tunai. Padahal seharusnya pemerintah desa menyalurkan bansos itu secara non tunai.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Moh. Iqbal Fatoni, menyayangkan komitmen Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, lantaran tidak mengontrol penyaluran BLT-DD. Padahal menurutnya, penyaluran bansos itu sudah memiliki dasar hukum berupa Peraturan Menteri Keuangam (PMK) Nomor 50 Tahun 2020, serta Peraturan Menter Desa (Permendes 11 Tahun 2019.

“Untuk delapan desa yang sudah menyalurkan BLT-DD tahap II ini semua masih disalurkan secara tunai, jelas ini menyalahi aturan yang ada,” kesal Bung Fafan (sapaan akrabnya) kapada Kabar Madura, Senin (6/7/2020).

Kata dia, proses penyaluran bansos yang tidak sesuai aturan terindikasi ada penyalahgunaan. Mestinya semua aturan itu dipatuhi. Buku tabungan yang dari bank langsung kepada penerima masing-masing tidak lewat desa lagi. Tapi hal itu tidak didukung ketegasan DPMD dalam menjalankan aturan yang ada.

“DPMD ini tidak bicara soal itu, kami baru tahu setelah kami mendatangani bank, ternyata sudah ada delapan desa yang sudah menyalurkan BLT-DD tahap II secara tunai, padahal penyaluran bansos itu harusnya non tunai,” urainya.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa DPMD Sampang Suhanto tidak menampik adanya penyaluran BLT-DD tahap II secara tunai di delapan desa di wilayahnya. Tapi kata dia, saat ini proses penyaluran tahap II masih dipending terlebih dahulu, karena masih menunggu buku tabungan selesai di didistribusikan.

Seyokyanya kata dia, semua desa di Kota Bahari untuk proses penyaluran BLT-DD tahap II itu sudah mau selesai, tapi untuk penyaluran kepada penerima masih ada kendala. Karena itu, pihaknya terpaksa menahan penyaluran, karena pencairan DD termin kedua itu memang diprioritaskan pada program BLT-DD hingga perpanjangan sampai bulan September mendatang.

“Sebelum pendistribusian rekening tabungan BLT-DD ini selesai, maka penyalurannya kami tahan dulu. Untuk desa yang sudah menyalurkan BLT-DD tahap kedua, karena memang sudah menganggarkan di tahap pertama,” tandas Suhanto. (sub/pin)

Komentar

News Feed