Pantau Langsung Pilkades Serentak, Bupati Sumenep: Tingkat Safety-nya Sangat Baik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Humas For KM) BERJALAN LANCAR: Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama Forkopimda Sumenep dan didampingi Kepala DPMD Sumenep Mohammad Ramli meninjau langsung pilkades serentak ke lima desa.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Bupati Sumenep Achmad Fauzi meninjau langsung ke sejumlah desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa serentak tahun 2021.

Sebagaimana disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, menjadi harapan semua masyarakat Sumenep, pilkades serentak aman dan berjalan lancar terhadap 84 desa yang melaksanakan pilkades serentak 2021.

Bacaan Lainnya

Disampaikan bupati, bahwa kepada semua pendukung calon kepala desa (cakades), saat pilkades ini selesai, seluruh masyarakat kembali menyatu dan bahu membahu membangun desanya dan bersama-sama mensejahterakan desa.

Pelaksanaan pilkades serentak tahun ini, dilaksanakan dalam kondisi berbeda. Selain demi menjaga protokol kesehatan (prokes) Covid-19, juga mencegah kecurangan-kecurangan yang kemungkinan terjadi. Untuk itu, pencoblosan dan TPS dilakukan di setiap dusun.

“Tidak boleh ada provokasi-provokasi perseteruan. Karena setiap TPS terdapat saksi dua orang dan pihak keamanan. Sehingga untuk melakukan kecurangan sangat sulit, waktu penghitungan juga dijaga dengan ketat. Menurut saya, pilkades saat ini tingkat safety-nya sangat baik dan luar biasa, karena TPS nya terpisah-pisah per dusun,” jelas Fauzi.

Kepala DPMD Sumenep Mohammad Ramli menyampaikan, pihaknya bersama Forkopimda sudah melakukan pemantauan dan monitoring ke lima TPS di lima dewa yang melaksanakan pilkades serentak.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya bersama Forkopimda Sumenep, dilihat dari sisi prokes Covid-19, sudah sesuai karena penerapan prokes dilakukan sangat ketat.

“Untuk protkes sudah melihat langsung di lapangan, bahwa protkes susah sesuai instruksi kami dan sudah ketat menjalankan protkes. Dari sisi keamanan pun, pelaksanaan pilkades berlangsung aman dan kondusif,” tuturnya.

Kendati begitu, di lapangan pihaknya menemukan perbedaan pandangan dan perselisihan pendapat di antara pemilih dan saksi para cakades. Misalnya, berkenaan dengan undangan, ada yang salah mencoblos.

“Kemudian kami sarankan ke panitia langsung, supaya dicarikan solusi sesuai kesepakatan bersama antara panitia, para cakades dan saksi cakades. Kemudian hal itu bisa diselesaikan dengan baik,” ungkap Ramli.

Pemkab Sumenep menarget penghitungan cepat terhadap hasil suara pilkades serentak 2021. Menurut Ramli, maksimal jam 24.00 penghitungan suara di 84 desa sudah selesai.

“Kami menargetkan penghitungan cepat. Maksimal jam 24.00 sudah selesai semua penghitungan suara pilkades serentak. Tapi kami menginginkan, jam 15.00 surat suara di masing TPS ditarik ke sekretariat pilkades di desa masing-masing. Kemudian jam 16.00 sudah selesai penghitungannya,” paparnya.

Diharapkan Ramli, apapun hasil dari penghitungan suara, diharapkan kepada semua cakades, serta pendukungnya supaya menerima kenyataan sehingga tidak menimbulkan persoalan. Karena yang terpilih itu, lanjut Ramli, sudah sesuai yang dipilih oleh masyarakat.

“Kami meminta, yang terpilih merangkul semua pihak. Sehingga bersama-sama memajukan desanya,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya memastikan, pengamanan sudah dilakuakn dengan baik untuk 84 desa yang melaksanakan pilkades serentak. Pihaknya menerjunkan 2.361 personel kepolisian. Kemudian dibantu pengamanan dari Kodim 0827 Sumenep yang menerjunkan 380 personel.

“Selain itu, kami juga dapat bantuan personel pengamanan dari Linmas sebanyak 1.322. Untuk kepulauan, pengamanan bahkan berjalan sejak Sabtu (22/11) lalu,” katanya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *