oleh

Pantura Jadi Penyumbang Angka Buta Aksara Terbanyak di Pamekasan

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Warga buta aksara di Kabupaten Pamekasan masih tinggi.l, mencapai 19.900 orang.

Angka tersebut terhitung dari tahun 2020 hingga Februari 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini melalui Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dinas Pendidikan Pamekasan Amir Syarifudin menegaskan, masih tingginya angka buta aksara di Pamekasan karena sudah tidak adanya anggaran khusus dari pemerintah pusat.

Saat ini program pengentasan buta aksara hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Ya selama adanya Covid-19 ini anggaran dari pusat sudah tidak ada. Kami hanya mengandalkan APBD untuk program pengentasan buta aksara di Pamekasan. Itu pun hanya untuk 200 warga belajar setiap tahunnya,” terangnya, Selasa (23/2/2021).

Apalagi, menurutnya, saat ini program Keaksaraan Fungsional (KF) telah diubah kembali menjadi buta aksara; tidak ada program lanjutan KF.

Menurutnya, kecamatan paling banyak penyumbang buta aksara berada di wilayah bagian pantura Kabupaten Pamekasan. Yakni, di Kecamatan Batumarmar, Pasean, dan Waru sebagai penyumbang terbanyak buta aksara di Bumi Gerbang Salam.

“Yang paling banyak ini di Kecamatan Batumarmar terus disusul oleh kecamatan Pasean dan Waru,” tambahnya.

Menurutnya, penyebab wilayah pantai utara (pantura) menjadi wilayah paling banyak penyumbang angka buta aksara karena masih langkanya pendidikan di wilayah tersebut.

“Saya berharap dengan adanya program-program dari pemerintah, angka buta aksara ke depannya bisa semakin dikurangi,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Komentar

News Feed