oleh

Para Petinggi Partai Siap Gantikan Raja’e di Kursi Wakil Bupati Pamekasan

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Setelah diberhentikan secara terhormat lantaran meninggal dunia, kursi wakil bupati (wabup) Pamekasan yang ditinggalkan Raja’e jadi kosong. Sejak diberhentikan 15 Februari 2021 lalu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjadi pemain tunggal.

Atas kekosongan itu, para ketua partai pengusung pasangan kepala daerah ini, kompak menyatakan siap untuk menggantikan posisi orang nomor dua di Pamekasan ini. Terlebih, berdasarkan mekanismenya, penggantinya minimal harus ada dua calon. Dua calon itu harus disepakati oleh empat partai pengusung pasangan Berbaur (Baddrut Tamam-Rajae).

Empat partai pengusng Berbarur di Pilkada Pamekasan 2018 lalu antara lain, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Seperti yang disampaikan Ketua DPC PKB Pamekasan, Ali WafaSubki, jika dipercaya dan ditunjuk sebagai wabup, dia enggan menjawab dengan tegas. Terlebih, sejauh ini  belum ada rekomendasi dari partainya.

Sampai hari ini pihaknya masih meminta masukan dari semua pihak. Terutama membahas bersama partai koalisi Berbaur.

“Kalau ditanya siap tidak siap, jangankan saya sebagai ketua partai politik, di partai politik itu  tujuannya pasti merebut kekuasaan. Tapi kalau kita mempertimbangkan banyak hal, saya masih berpikir panjang,” ungkapnya, Kamis (17/2/2021).

Sebagai partai pengusung, dia memastikan partainya akan terus bersinergi untuk mencari pengganti yang terbaik.

“Intinya PKB itu siap bersinergi dengan siapapun, sehingga sisa hari ini, bukan untuk pemilu, tetapi untuk melanjutkan sisa pekerjaan,” papar Ali menjelaskan bahwa bukan ingin sekedar memilih seseorang pengganti, namun menentukan sosok yang mampu menyelaraskan dengan program Berbaur sebelumnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan, Taufiqurrahman juga menyatakan senada. Dia mengaku sangat siap bila partai koalisi Berbaur mempercayakan dirinya menggantikan Raja’e. Apalagi dia sudah mendapatkan restu dari DPD Partai Gerindra Jawa Timur.

“Prosesnya ini mungkin membutuhkan waktu yang sangat panjang, agar bisa lebih cepat lebih baik, karena kekosongan merupakan suatu kekurangan dalam menjalankan pemerintahan,” tegas Taufik.

Sedangkan Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pamekasan Mohammad Alim mengungkapkan, Ahmad Jailani yang juga ketua Majelis Pemusyawaratan Daerah (MPD) DPD PKS Pamekasan dan dirinya juga siap.Tetapi di internal partainya belum ada kesepakatan mengerucutkan calon yang direkomendasi menduduki kursi wabup.

“Secara musyawarah mufakat masih belum ada kesepakatan dari partai kami,” urai Mohammad Alim.

Sedangkan, Ketua DPD PAN Pamekasan Heru Prayitno, jauh hari yang lalu sudah mengajukan surat rekomendasi ke DPP PAN untuk bisa merekomendasikan dirinya menjadi pengganti Raja’e.

“Sebaiknya jangan terlalu lama dibiarkan, kosong, karena ini urusan tatanan kenegaraan dan tatanan birokrasi yang harus cepat diisi,” singkat Heru.

Kendati demikian, sampai detik ini belum ada kesepakatan secara mufakat yang disetujui dari empat partai pengusung Berbaur tersebut. Sedangkan deadline penentuan dua nama calon juga masih lama. DPRD Pamekasan mengagendakan pemilihan itu pada Agustus 2021 mendatang.(rul/waw)

 

 

Komentar

News Feed