oleh

Parkir Berlangganan di Sumenep Lampaui Target

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Parkir berlangganan dalam setiap tahun sering tidak mencapai target. Pendapatan retribusi parkir berlangganan pada 2018 ditarget Rp3,6 miliar, tapi hanya mampu mencapai Rp2,3 miliar. Tahun berikutnya ditarget Rp4,2 miliar, hanya mencapai Rp3,7 miliar. Tahun 2020 ditarget Rp3,4 miliar, pencapaiannya melampaui target, yakni Rp3,5 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengakui, parkir berlangganan sulit mencapai target. Hal tersebut karena para pemilik motor maupun mobil enggan melakukan perpanjangan.

“Parkir berlangganan diperoleh dari hasil perpanjangan. Pada waktunya diperpanjang, masyarakat enggan melakukannya. Sehingga, capaian sedikit,” katanya, Ahad (28/2/2021).

Dirinya juga mengatakan, dari awal 2012 retribusi parkir berlanggan tidak pernah mencapai target. Sebab, perkembangan kendaraan baru di Sumenep hanya 4 hingga 5 persen, dalam artian pembeli kendaraan baru sedikit. termasuk dan kendaraan lama banyak yang sudah tidak dipakai. misalnya, roda 2 grand, kristal, dan kendaraan lama lainnya.

“Tahun 2021, semoga mencapai target lagi,”ucapnya.

Tidak semua capaian parkir berlanggaan masuk kas daerah (kasda). Nantinya hasil tersebut masih dibagi ke tiga instansi. Yakni, Polri mendapat 5 persen, pemerintah provinsi 15 persen, dan sisanya pemerintah kabupaten langsung masuk kasda.

“Dishub masih berusaha agar capaian lebih banyak. Sehingga, target PAD dapat diandalkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Dishub Sumenep Agus Budiyanto mengatakan, capain PAD parkir berlangganan sulit tercapai. Pemicunya ialah saat ini masyarakat enggan membayar parkir berlangganan. Utamanya pada perpanjangan kendaraan bermotor.

“Tidak dapat dipungkiri, capaian target PAD parkir berlangganan sangat sulit,” ucapnya.

Dia mengatakan, akan menata kembali dan menertibkan manajemen parkir sebagai upaya tercapainya target. Mulai dari edukasi kepada juru parkir, hingga peningkatan fasilitas penunjang. “Usaha dishub terus berlanjut hingga ada hasil yang maksimal,” ucap pria yang akrab disapa Agus itu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, sering tidak mencapainya terget kini menjadi evaluasi bersama. Terlebih dishub sebagai leading sector capaian PAD itu. Dalam setiap tahun, DPRD sering mengevaluasinya. Namun, hasil evaluasi dirasa terabaikan. (imd/nam)

 

 

 

 

Komentar

News Feed