oleh

Partai Politik Harus Tepis Intoleransi

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pengamat politik Iswantoro menyebut, intoleransi politik meningkat saat menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 April mendatang.

Kata dia, krisis demokrasi mengenai bentuk intoleransi politik cenderung menguat seiring menguatnya sentimen agama yang kerap ‘digoreng’ oleh pihak tertentu.

“Salah satu poin yang bisa saya sampaikan bahwa kami menemukan fakta bahwa ada gejala sangat kuat meningkatnya intoleransi politik,” tegasnya, Senin (25/2).

Selanjutnya, kata pria yang berstatus sebagai dosen itu, intoleransi politik yang dipicu sentimen agama juga menguat di daerah Madura. Itu karena, isu agama sering kali laku ‘dijajakan’ ditanah garam.

“Di Madura, khususnya di Sampang, ketergantungan pemilih terhadap faktor agama, masih kental terasa dalam menentukan pemimpin,” timpalnya.

Keberkaitan agama dalam Pemilu 2019, sambung dia, sangat mencolok dalam hal keterwakilan partai politik yang tidak berasas Islam. Semisal, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tidak mendapatkan tempat di hati masyarakat Madura.

Untuk itu, dirinya meminta agar semua partai politik bisa menghapus intoleransi agama dan politik. Tujuanya untuk menghapus resistensi di tengah masyarakat.

“Harapan kami pemilu ini damai, aman, penuh kegembiraan tanpa ada gerakan yang bisa menggangu pemilu dan menimbulkan keretakan sosial,” ujarnya.

Salah satu bentuk ancaman saat ini, terang dia, ialah politik identitas. Suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) digunakan sebagian pihak sebagai kampanye hitam. Tak hanya itu, sebagian masyarakat mengisi masa kampanye dengan ujaran kebencian dan hoaks. (sam/waw)

Komentar

News Feed