Pasar Hewan Ditutup, Disperindag Sumenep Sarankan Pedagang Jual Sapi secara Daring

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BENTROK: Petugas keamanan yang kalah jumlah dengan massa yang menolak, sehingga pasar gagal menutup paksa pasar hewan di Kecamatan Lenteng, Sumenep, Minggu (11/7/2021).

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Menjelang hari raya Idul Adha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep mengklaim, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan penutupan pasar hewan ternak tidak akan mengganggu stok hewan kurban.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah mengatakan, untuk pasar ternak telah direkomendasi oleh pemerintah pusat untuk ditutup. Sehingga untuk pemenuhan kebutuhan hewan kurban, masyarakat dan pedagang diharapkan memanfaatkan pasar ternak secara online.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah sampaikan untuk kebtuhan kurban pasti terpenuhi, masyarakat yang mau kurban, langsung datang ke rumah pedagang atau melalui group WhatsApp, pasti terpenuhi,” kata Ardi, Senin (12/7/2021).

Di masa PPKM, menurutnya, sarana penjualan ternak menggunakan media sosial masih cukup ideal.

“Kami meyakini masih efektif menggunakan online,” imbuh dia.

Saran itu, menurut seorang pedagang sapi asal Desa Karduluk, Sofwan, mengaku tidak wajar jika sapi dipasarkan secara online, apalagi pengangkutannya membutuhkan biaya, juga jarang orang yang datang ke rumahnya untuk melakukan transaksi pembelian.  Menurutnya, idealnya ada kelonggaran untuk pasar ternak, apalagi di masa di mana perekonomian harus terus berputar.

“Ya yang efektif kalau langsung, ini sapi bukan barang lain, tidak bisa dionlinekan, ya tidak wajar. Biasanya memasuki saat ini harga ternak bagus bagi pedagang,” papar dia.

Sebelumnya, kebijakan penutupan pasar hewan di Kecamatan Lenteng, Sumenep oleh petugas ditolak pedagang. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (11/7/2021) itu berlangsung panas, petugas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep serta aparat keamanan dari kepolisian tidak mampu menghalau ratusan para pedagang serta pembeli sapi di Sumenep.

Petugas keamanan kalah jumlah dengan massa yang menolak, sehingga pasar gagal ditutup paksa. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *