oleh

Pasar Hewan Mangkrak, Disperindag Sumenep Bingung Upayakan Pemanfaatannnya

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep mengakui, tahun ini belum bisa mengoperasikan pasar ternak terpadu di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto.

Bahkan, Kepala Disperindag Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut mubazir, karena tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Sebab, para pedagang hewan enggan berdagang di lokasi tersebut.

“Ya mubazir memang, tetapi mau difungsikan untuk apa, para pedagang khususnya pedagang hewan ternak seperti sapi dan kambing itu pada tidak mau di sana, padahal kami rasa di sana enak dan strategis, tapi hanya dicoba sekali,” katanya, Minggu (12/1/2020).

Tercatat, pasar tersebut menyedot anggaran Rp2,5 miliar. Dimulai pembangunannya pada tahun 2014 dengan anggaran Rp2,3 miliar, kemudian dilanjutkan pada tahun berikutnya, digelontorkan dana Rp200 juta. Dana itu, semuanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep.

Sejak awal pembangunan, pasar tersebut sudah memberikan isyarat kurang baik, yaitu banyak masalah yang menjadi penghambat, mulai dari status tanah, hingga pembangunan yang selalu tertunda. Tadinya akan dikerjakan pada tahun 2015, namun baru terealisasi tahun 2016.

“Tahun ini kami belum ada rencana untuk pemanfaatannya, kalau ada saran, boleh diajukan. Karena kalau kami masih buntu,” imbuhnya.

Agus juga menyampaikan, jika pasar ternak tersebut dialihfungsikan menjadi pasar mingguan, dengan memperdagangkan selain ternak, hal itu sangat tidak dimungkinkan. Melihat sudah ada pasar tradisional yang sudah beroperasi di sekitarnya, yaitu Pasar Bluto dan Pasar Prenduan atau Pragaan. (ara/waw)

Komentar

News Feed