oleh

Pasar Malam di Pamkasan Akan Dimulai

KABARMADURA.ID, Pamekasan- Rencana pembukaan pasar malam di lokasi lapangan Sadangdang, Kabupaten Pamekasan akan berjalan mulus. Pasalnya, kondisi tersebut merupakan salah penggerak ekonomi masyarakat secara umum di tengah mewabahnya Covid-19.

Hanya saja rencana itu belum terealisasi, dan  masih dalam kajian agar tidak menimbulkan masalah baru. Hal tersebut diungkapkan, Komandan Kodim 0826 Pamekasan Tedjo Baskoro, Minggu (27/09/2020).

Menurutnya, pasar malam sudah menjadi bagian dari rutinitas tahunan yang membudaya di kalangan masyarakat. Namun yang menjadi perbedaan, di tahun 2020 terdapat bencana Covid-19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia.

“Pasar malam ini kami ingin mencoba agar ekonomi masyarakat ini bisa naik, masyarakat tetap mencari rezeki, dimana hampir dari bulan Maret semuanya bekerja dari rumah,” ungkapnya.

Diakuinya, selama mewabahnya Covid-19, para pedagang yang sumber pencahariannya mengandalkan keuntungan harian, seperti pedagang gorengan, tukang becak, dan profesi lainnya, sangat terdampak.

Sehingga dengan dibukanya beberapa gerai makanan di pasar malam nantinya bisa menambah mata penghasilan masyarakat. “Mungkin dengan pasar malam ini imun kami menjadi bertambah, karena sudah berbulan-bulan di rumah saja,” ulasnya.

Dia juga merencanakan untuk lapak penjual sebelum dan sesudah melakukan penjualan akan disterilkan dengan penyemprotan desinfektan. Sedangkan untuk jarak lapaknya akan disesuaikan  dengan protokol Covid-19.

Sehingga  beberapa orang yang ingin berbelanja bisa aman dari wabah Covid-19. “Untuk pengunjung mulai dari masuk itu akan di tes suhu tubuhnya dulu, jika lewat 3,7 dilarang masuk, harus cuci tangan dulu, pakai masker,” pungkasnya.

Sementar itu, Ketua Frasksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Rida’i menyampaikan, untuk pengoperasian pasar malam yang sudah biasa ada setiap tahun harus dipertimbangkan.

Minimal dengan tidak memunculkan masalah baru dan bertambahnya masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Sebab secara otomatis akan mengumpulkan banyak orang. Sehingga perlu penerapan  Protokol kesehatan yang ketat.

“Penyelenggara harus mampu mengatur kerumunan massa supaya bisa menjaga jarak dan memakai masker, begitu pula untuk pedagangnya harus disiplin jika terpaksa dioperasikan pasar malamnya,” tukasnya. (rul/ito)

Komentar

News Feed