Pasar Murah Kesampingkan Warga Miskin

  • Whatsapp
KM/MOH TAMIMI-Menjelang Ramadan: Suasana pasar murah yang berada di Kecamatan Kota.

40 Persen Terserap ASN

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pasar murah yang dikoordinatori Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pasar murah tersebut hanya dikhususkan kepada para fakir miskin atau kaum dhuafa.

Rata-rata, dalam satu paket sembako yang dijual di pasar murah seharga Rp50 ribu. Itu pun masih ada pembagian lagi, 40 persen untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan I dan II,  60 persennya untuk para kaum duafa. Yang berhak membeli di pasar murah tersebut  diberi kupon.

Lokasi pasar murah ada di lima tempat yaitu Kecamatan Kota, Bluto, Pragaan, Rubaru dan Kecamatan Gapura. Dalam setiap lokasi terdapat 12 stand yang dipasang oleh berbagai organisasi perangkat daerah maupun instansi lain seperti bank.

Pembatasan pembeli yang berhak untuk membeli di pasar murah ini menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperidag Sumenep Abd Sa’id berkaca kepada kejadian tahun lalu yang banyak dimanfaatkan oleh para pedagang untuk dijual lagi. Sehingga hal yang demikian tidak diberlakukan lagi.

“Kalau dibebaskan di sini, pedagang akan merajarela. Menyuruh orang. Pedagang meskipun satu truk habis,” jelas Sa’id saat ditemui di depan stand pasar murah di depan Museum Keraton Sumenep, Selasa (28/5).

Lebih lanjut, Sa’id mengungkapkan bahwa pihaknya sadar bahwa masih banyak catatan-catatan lain yang harus dilakukan terkait dengan pengadaan pasar murah, salah satunya masih banyak masyarakat yang belum terjangkau yang membutuhkan sembako murah seperti itu. Pihaknya berjanji akan terus berbenah. (mad/rei)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *