oleh

Pasar Produk Wirausaha Muda Sumenep Merambah ke Luar Madura

Kabarmadura.id/SUMENEP-Semangat Wirausaha Muda Sumenep (WMS) untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha terbukti tidak mudah padam. Meski di masa Covid-19, usahanya terus berputar dan menghasilkan laba.

Salah satu usaha yang terus bergerak itu adalah bidang konveksi.  Bahkan, pemesannya  bukan hanya di Sumenep, namun banyak peminat dari luar Madura.

Manajer Bidang Konveksi Wirausaha Muda Sumenep (WMS) Muslimatul Lailiyah mengatakan, pemesan dari Surabaya dan daerah lainnya mulai berdatangan.

“Setiap hari terkadang ada 3 konsumen sekaligus, itu di satu jenis usaha saja seperti kaos. terkadang juga ada pemesan dari luar Madura memesan bordiran dan lainnya,” katanya, Rabu (23/9/2020).

Pada bidang konveksi, berbagai kebutuhun masyarakat dilayani dengan baik, seperti jenis usahanya pembuatan songkok, pakaian, kaos serta bordiran.

“Dalam setiap harinya kami tetap produksi untuk stoking,” tukasnya.

Saat ini banyak orderan seperti songkok, pakaian, kaos serta bordiran. Untuk pemesanan masker, saat ini para pekerja juga masih sibuk memenuhi orderan pemasan. Ada 1000 pesanan masker yang kini sedang digarap.

Sedangkan kaos polo, saat ini dipesan oleh dua dinas di Pemkab Sumenep, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep.

“Para pekerja setiap hari berktivitas untuk orderan,” ujarnya.

Meski banyak orderan, tidak menghambat pada kinerja WMS. Sebab, para pekerjanya sangat banyak dan berkualitas. Sebab, para pekerja merupakan jebolan dari hasil pelatihan selama 6 bulan.

“Ada 35 pekerja orang meliputi bordir 3 orang, kaos 18 orang dan songkok 7 orang dan pakaian 6 orang pekerja mampu menghasilkan produksi untuk orderan,” tukas dia.

Untuk pemesannanya dapat melalui online seperti WA dan jenis online lainnya. Pembayaran dilayani melalui transfer dan hasil pesanan yang telah jadi akan langsung dikirim.

Lailiyah mengaku, per hari menerima pesanan hingga 100 masker, karena perlu kerja ekstra untuk memenuhi orderan itu. Tujuannya, pemesan terus meningkat karena pelayanannya begitu cepat.

“Kami terus meningkatkan produksi dalam setiap harinya,” paparnya.

Semntara itu, penjahit di WMS Ramlatul Arofah mengaku sangat senag bekerja. Sebab, menurutnya dapat meningkatkan daya kreativitas yang tinggi. Selain itu, dapat memperbanyak penghasilan demi kesejahteraan keluarganya.

Menurutnya, harga masker saat ini sudah mulai stabil. Harganya beragam, ada yang a Rp10 ribu, Rp6 ribu, hingga Rp5 ribu, bahkan ada yang seharga Rp3 sampai Rp4 ribu. Pemesan dipersilakan memilih dan dapat memeriksa contohnya agar bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Sejauh ini, Arofah bersama teman-temannya telah menyelesaikan 1000 masker. Bahkan, setiap harinya bisa menyelesaikan jahitan 150 masker. Penjualannya juga dapat dilakukan melalui online ataupun datang langsung ke WUMS.

“Pekerjaan menyenangkan bagi saya adalah menjahit. yang penghasilnnya juga cukup menyenangkan,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed