oleh

Pasar Sapi Sepi, Penarikan Retribusi Menurun 30-40 Persen

Kabarmadura.id/Bangkalan– Dampak  Covid-19 semakin semakin meluas berakibat terhadap sepinya pembeli hewan ternak di Bangkalan. Akibatnya, retribusi pada 10 pasar hewan tersebut juga menurun secara drastis.

Hal tersebut disampaikan  oleh petugas pasar Mustari. Dengan kondisi seperti ini jumlah pedagang yang menjual sapi berkurang, sehingga berdampak terhadap penarikan retribusi pasar hewan.

“Retribusi untuk pasar sapi sementara ini masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan tahun 2019,” jelasnya , Minggu (19/7/2020).

Pihaknya menyebutkan bahwasannya uang retribusi pasar hewan mencapai Rp12.500 per ekor.

“Retribusi pasar sapi per ekor mencapai Rp12.500 untuk sapi besar, akan tetapi jika anakan sapi  tergantung dengan besar tidaknya,” jelasnya.

Pihak ya menyebutkan bahwasannya di tengah Covid-19 ini pedagang sapi yang biasanya perhari menjual sapi minimal 5 akan tetapi sekarang berkurang.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Bangkalan Sutanto menuturkan, dengan kondisi seperti ini target retribusi pasar hewan memang berkurang.

“Melihat laporan dari petugas pasar di tengah Covid-19 berkurang. Akan tetapi untuk jumlah keseluruhan saya tidak bisa menuturkan ,” ujarnya.

Sementara itu  penarikan retribusi pasar hewan menurunkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan.

“Jika kita bercermin kepada tahun sebelumnya di tahun ini memang menurun, kurang lebih sekitar 30 sampai 40 persen,” ungkapnya.

Terpisah salah satu pedagang sapi , Husni mengaku bahwasannya kondisi pasar sekarang sedang sepi. Sapi yang di bawa olehnya kadang laku terkadang tidak.

“Kondis isimpasar sapi sekarang menurun sebeb pembeli dari luar Bangkalan sekarang sudah berkurang,” jelasnya

Husni menambahakan bahwasnanya sejauh ini untuk retribusi pasar sapi, petugas mengerti dengan kondisi masyarakat.

“Dulu sebelum adanya wabah Covid-19 jika sapi sudah turun dari mobil langsung ditarik retribusi akan tetapi saat ini ada kelonggran, jika sapi tidak laku kami hutang terlibih dahulu,” paparnya (sae/pai)

Komentar

News Feed