Pasar Srimangunan Butuh Tambahan CCTV

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) KEJADIAN: Pasar Srimangunan kerap terjadi kemalingan, hingga saat ini tidak ada satupun pelaku yang berhasil ditangkap. Pasar Srimangunan Butuh Tambahan CCTV

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pasar Srimangunan merupakan pasar daerah terbesar di Kabupaten Sampang. Namun, pengawasan untuk pengamanan masih minim, sehingga kerap terjadi kehilangan barang milik pedagang.

Seperti yang terjadi pada Minggu lalu, salah satu kios milik pedagang terjadi pencurian. Aksi tersebut diketahui setelah melakukan pengecekan di Closed Circuit Television (CCTV), dan video tersebar viral di media sosial Facebook (FB) maupun WhatsApp (WA).

Bacaan Lainnya

Atas kejadian tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang M Rosul membenarkan, jika di Pasar Srimangunan ada kehilangan barang di kios milik pedagang meracang.

Kehilangan tersebut dikatakannya merupakan kecerobohan pemilik kios. Sebab, tidak berhati-hati dengan cara mengunci rolling door atau lapaknya, sehingga pencuri melakukan aksinya dengan mudah.

“Benar, tapi sudah enam hari yang lalu, dan itu karena pemilik kios tidak mengunci rolling doornya. Padahal setiap satu jam sekali ada pengumuman peringatan dari speaker kantor pasar agar semua pengunjung dan pedagang berhati dengan barangnya, termasuk peringatan di jam akhir tutup jam 14.00 siang,” ungkapnya, Selasa (22/12/2020).

Selain itu Rosul mengatakan, Pasar Srimangunan tersebut kerap terjadi kemalingan. Bahkan sebagai upaya dirinya mengaku sudah memanggil semua petugas keamanan yang bertugas di pasar.

“Sering terjadi kemalingan, tapi untuk semuanya saya tidak mencatat, karena tidak melapor ke kami,” tuturnya.

Kendati demikian, sering terjadinya kehilangan tersebut, pihaknya sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti, termasuk yang baru terjadi. Namun hingga saat ini tidak ada satupun yang berhasil ditangkap.

Kemudian, upaya agar tidak terjadi kasus yang sama, pihaknya berjanji akan menambah CCTV di area pasar. Adapun CCTV yang terpasang saat ini kurang memenuhi. Karena ada delapan unit, sehingga tahun 2021 akan melakukan pengadaan kembali agar keamanannya lebih optimal.

“Memang sering kemalingan, dan sudah saya lapor ke pihak kepolisian, tapi sampai sekarang tidak ada yang berhasil ditangkap,” pungkasnya. (mal/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *