Pasien Covid-19  di RSUD dr Moh. Zyn Menurun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KETAT: Kondisi BLUD RSUD dr Moh. Zyn Sampang lebih sepi dari bulan lalu

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Sejumlah kamar di RSUD dr. Moh. Zyn Sampang  yang dipersiapkan untuk menangani pasien Covid-19 saat ini sudah mulai banyak kosong. Berkurangnya jumlah pasien Covid-19 di Sampang tersebut, sebagaimana disampaikan Direkturnya, Agus Akhmadi mulai terjadi dalam sepekan terakhir.

Pantauan Kabar Madura, kondisi rumah sakit milik pemerintah itu kondisinya lebih sepi dibanding bulan lalu. Sejak awal bulan Juli sempat ada kenaikan. Namun, sepekan terakhir jumlah pasien lebih sedikit. Beberapa pasien yang biasa dirawat di teras rumah sakit, saat ini juga sudah mulai kosong. Mereka sebagian sudah pulih dan sebagian sudah mendapatkan fasilitas kamar perawatan.

Bacaan Lainnya

Agus Akhmadi, mengutarakan, jika selama dua minggu terakhir pasien covid-19 berangsur menurun.

“Alhamdulilah tambahan pasien covid sudah tidak seperti minggu minggu sebelumnya. Sekarang sudah banyak yang sembuh. Dan yang masuk baru sedikit, ” katanya.

Angka pasien Covid-19 yang saat ini dirawat, ungkap Agus Ahmadi sudah dibawah 80 orang. Hal itu terjadi, karena pasien yang sembuh banyak dan yang baru masuk berangsur lebih sedikit  dari sebelumnya saat terjadi lonjakan pasien Covid-19 pada awal Juli lalu.

Meski berangsur mulai turun, RSUD Moh Zyn tetap memperketat protokol kesehatan, baik terhadap karyawan dan nakes di RSUD maupun terhadap pengunjung rumah sakit.

“Semua nakes wajib mematuhi prokes ketat. Selain untuk melindungi diri dan orang lain. Sistem sip-sipan kita lakukan, agar nakes tidak terpapar terlalu lama, ” ucapnya.

Plt.  Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi mengaku laporan tambahan pasien covid pun sudah mulai sedikit. Meski tidak mengantongi data langsung, Agus memastikan sudah jauh di bawah angka sebelumnya yang mencapai seratus orang lebih.

“Saya tidak update data terakhir. Namun sudah menurun dari sebelumnya. Kami berusaha meminimalisir penyebaran covid melalui PPKM, ” katanya.

Dia menambahkan, penanganan di setiap puskesmas diakui lebih efektif. Sebab, fasilitas di semua puskesmas dilengkapi untuk membantu penanganan yang dilakukan oleh rumah sakit, ” imbuhnya. (man/bri)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *