Pasien Covid-19 di RSUD SMart Pamekasan Lampaui Aturan Kapasitas 20 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MASIH TINGGI: Kasus Covid-19 di Pamekasan masih terus naik di tengah pemberlakuan PPKM darurat.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat telah berlangsung selama lebih dari 10 hari. Namun efeknya belum signifikan. Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan masih cukup banyak.

Dari 88 bed atau tempat tidur perawatan pasien Covid-19 yang disediakan, belum cukup menampung pasien Covid-19 yang datang. Karenanya, RSUD SMart kembali menambah bed lagi menjadi 91 unit.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart dr. Syaiful Hidayat, untuk merasakan dampak positif PPKM darurat, perlu menunggu hingga satu bulan. Kendati begitu, antrian di instalasi rawat darurat (IGD) mulai berkurang. Yang awalnya rata-rata mencapai 15 antrian, kini hanya ada empat antrian pasien.

“Tapi bisa saja karena masyarakat enggan ke rumah sakit karena takut dicovidkan. Ini kan mau lebaran. Biasanya begitu,” ungkapnya.

Pria yang karib dipanggil dr. Yayak itu mengungkapkan, RSUD SMart memiliki total 250 unit bed, 91 di antaranya digunakan untuk pasien Covid-19. Sementara dalam aturan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), rumah sakit rujukan menyediakan minimal 20 persen dari total kapasitas untuk ruang perawatan pasien Covid-19.

Sejatinya, masih banyak bed yang tidak digunakan. Karena pasien non Covid-19 mengalami penurunan hingga 10 persen. Namun pihaknya tidak bisa menjadikan semua ruangan dan semua bed untuk pasien Covid-19, sebab jika menambah ruangan dan bed, maka perlu penambahan tenaga kesehatan (nakes), sementara nakes di RSUD SMart terbatas. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan keselamatan nakes.

“Ada bed kosong, tapi itu untuk non Covid-19. Tapi kan nakesnya kita tidak memadai,” tukasnya.

Untuk diketahui, tumbuh kembang kasus Covid-19 di Pamekasan sejauh ini tercatat sebanyak 1.602 orang berstatus suspek, 10 orang di antaranya sedang dalam pengawasan. 1.481 lainnya telah selesai menjalani pengawasan dan 111 orang lainnya meninggal dunia.

Sementara warga yang terinfeksi Covid-19 mencapai 1.574 orang. 219 orang menjalani isolasi dan 1.912 orang lainnya dinyatakan sembuh. Namun, 136 orang lainnya meninggal dunia. Selama PPKM darurat diberlakukan, telah ada 45 orang yang terinfeksi Covid-19 dan satu orang meninggal dunia. (ali/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *