Pasien Covid-19 Meninggal saat Antre di UGD, Rujukan Puskesmas Banyak Dikembalikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MELONJAK: RSUD SMart Pamekasan kewalahan menampung banyaknya pasien terinfeksi Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Jumlah kasus Covid-19 di Pamekasan terus meningkat. Seluruh rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Pamekasan dikabarkan penuh. Bahkan, Ketua Satgas Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengaku pihaknya sampai kewalahan menangani pasien.

“Pasien datang terus, orang terinfeksi terus bertambah seperti air bandang,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Bahkan diungkapkan bahwa banyak pasien terinfeksi Covid-19 tidak tertampung di RSUD SMart. Pihaknya sampai menolak kedatangan pasien terinfeksi Covid-19 rujukan dari sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Pamekasan. Karena ketersediaan ruang isolasi dan bed tidak terpenuhi.

Saat ini, RSUD SMart hanya memiliki tiga ruang isolasi dan 35 bed. Karena banyaknya pasien terinfeksi Covid-19 yang berdatangan, pihaknya menambah jumlah bed menjadi 48 bed. Namun semuanya saat ini penuh. Rencananya akan menambah 12 bed lagi. Dia yakin lonjakan kasus Covid-19 akan terus bertambah.

“Ruangan sal bedah kita ambil jadi ruang isolasi, tambah lagi ruang ICU. Tambah lagi ruang persalinan,” terang dr. Syaiful.

Tidak hanya itu, karena penuhnya ruangan dan bed, puluhan pasien terinfeksi Covid-19 harus rela antre di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Bahkan sejumlah pasien meninggal dunia di ruang IGD saat antre karena tidak kunjung mendapat ruangan khusus selama kurang dari 24 jam.

“Kami akan bikin tenda darurat di depan IGD. Di rumah sakit lain juga begitu,” ucap dr. Syaiful yang juga menegaskan tengah berusaha agar sarana dan prasarana serta obat-obatan dapat mencukupi kebutuhan penanganan pasien.

Dari sisi tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien terinfeksi Covid-19, semula hanya menyiapkan 18 orang, kini menyiagakan 60 orang.

“Hampir 15 orang meninggal tidak sampai dirawat 24 jam. Ada yang meninggal di IGD, ada yang baru dipindah ke ruang isolasi satu jam, meninggal,” ungkapnya.

Penyebab lonjakan kasus Covid-19 diduga masih sama dengan sebelumnya, yaitu karena masyarakat abai terhadap protokol kesehatan (protkes). Selain itu, libur panjang pasca lebaran idul fitri diyakini juga menjadi penyebab terjadinya ledakan kasus Covid-19 di Pamekasan.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Layanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Syaifuddin mengungkapkan, ada lima orang pasien terinfeksi Covid-19 saat ini tengah diisolasi di rumah isolasi Islamic Center Pamekasan. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *