oleh

Pasien Isolasi Covid 19 di RSUD Pamekasan Jadi 6 Orang

Kecamatan Pamekasan Terbanyak Sebaran ODR

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Jumlah pasien yang menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martodirdjo (RSUD Smart) Pamekasan bertambah menjadi 6 orang. Itu terjadi, setelah melakukan perawatan isolasi terhadap dua orang baru dengan status satu orang dalam pengawasan (ODP).

Dua orang tersebut, salah satunya berasal dari Kecamatan Pamekasan dan satu orang lagi dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) asal Pakong.

Sebelumnya, ruang perawatan isolasi RSUD Smart sudah merawat empat pasien terinfeksi Covid-19 yang berasal dari kluster petugas haji, atau para petugas yang sempat mengikuti pelatihan di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya pada Maret lalu yang sebagian besar terinfeksi Covid-19.

Pasien berstatus PDP itu, jelas Ketua Satgas Penangan Covid-19 RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, tercatat masuk dalam sal perawatan pada Sabtu (18/4/2020).  Satu orang berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Kecamatan Pakong, sementara yang berstatus ODP berjenis kelamin laki-laki dan masuk pada Minggu (19/4/2020).

“Sekarang yang dilakukan perawatan isolasi ada 6 orang, 1 ODP, 1 PDP dan 4 orang lainnya terinfeksi Covid-19. Tentunya penanganannya sesuai dengan prosedur Covid-19, tetap dirawat dengan isolasi, karena setelah diperiksa bisa jadi ODP-nya terinfeksi, PDP-nya positif, sampai dia terbukti tidak,” ungkapnya.

Riwayat perjalanan pasien dengan status ODP, urai Syaiful, adalah pulang kampung dari Malang. Pasien baru tersebut, memiliki gejala demam dan batuk dan mendekati ciri-ciri terinfeksi Covid-19.  Sementara satu orang lainnya atau kategori PDP diduga juga mengalami gejala Covid-19.

Terhadap empat pasien terinfeksi Covid-19 yang saat masih menjalani perawatan isolasi, jelas Syaiful, sudah mengalami peningkatan kesehatan fisik. Namun, untuk memastikan apakah sudah bisa pulang, masih menunggu hasil tes swab lanjutan dari Balitbangkes Jakarta.

“Apabila nanti hasil tesnya sudah bersih dari covid-19 maka akan pulangkan,” tegas Syaiful.

Sementara untuk dua orang yang baru diisolasi, sudah diambil sampel untuk test swab-nya. Untuk mengetahui hasilnya, diprediksi akan keluar pada satu pekan, kemudian akan diketahui apakah bersih dari Covid-19 atau tidak.

“Pengambilan swab tenggorokan itu dua kali, tadi sama besok, hasil dikirim, kami nanti menunggu pengumuman hasilnya,” tandasnya

Kecamatan Pamekasan Terbanyak Sebaran ODR

Sementara itu, peta wabah Covid-19 di Kabupaten Pamekasan mulai menunjukkan penurunan sebaran, utamanya  orang  dengan status ODR.

Terhitung pada Senin (20/4/2020), berdasar data yang bersumber dari Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pamekasan, Sigit Priyono, jumlah ODR sebanyak 2.424. Kecamatan Pamekasan menjadi penyumbang jumlah ODR terbesar mencapai 563 orang.

“Di Kecamatan Pamekasan ODR-nya sejumlah 563, yang satu PDP sebelumnya sudah meninggal dunia dan dari hasil swab test dinyatakan negatif (bersih Covid-19),” ungkapnya.

Sigit menjelaskan, jumlah pasien berstatus ODP di Pamekasan berjumlah 93 orang,  dengan sebaran paling banyak berada berada di Kecamatan Tlanakan mencapai 27 orang  dan sebaran paling rendah berada di Kecamatan Pasean dan Kecamatan Palengaan masing-masing terdapat satu orang berstatus ODP. (rul/bri/waw)

 

Komentar

News Feed