Pasien Meninggal karena Covid-19 Perlu Didata Ulang

  • Bagikan
(FOTO: KM/ ALI WAFA) SESUAI PROSEDUR: Seorang korban meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 sedang dikebumikan dengan protkes.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Tingginya angka kematian di Kabupaten Pamekasan belakangan ini dikonfirmasi oleh Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pamekasan Halifaturrahman. Kendati begitu, pihaknya belum berani memastikan orang-orang yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 atau bukan.

Pihaknya sebagai bagian dari tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan menerangkan, sejak bulan Januari lalu, telah ada 39 orang meninggal dunia karena Covid-19 dan dimakamkan dengan protokol kesehatan (protkes). Data tersebut terhitung sejak Januari hingga Kamis (8/7/2021).

Orang-orang yang meninggal karena terkonfirmasi Covid-19 tersebut terdiri dari usia tertua yaitu 67 tahun dan usia termuda yaitu 31 tahun. Namun pria yang akrab disapa Mamang itu mengungkapkan, bahwa masih ada beberapa pasien meninggal terinfeksi Covid-19 yang keluarganya menolak untuk dimakamkan dengan protkes.

Dijelaskannya, seluruh keluarga pasien meninggal karena terinfeksi Covid-19 akan mendapatkan santunan dari pemkab masing-masing sebesar Rp2,5 juta. Santunan tersebut hanya diberikan kepada keluarga korban meninggal karena Covid-19 yang dimakamkan dengan protkes. Jika tidak dimakamkan dengan protkes tidak dapat menerima santunan itu.

Namun, santunan tersebut untuk tahun 2021 belum dapat diserahkan kepada seluruh keluarga korban karena anggaran yang disiapkan belum dapat digunakan. “Ya kalau merekanya menolak untuk gunakan protkes, mau bagaimana lagi,” ucapnya.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Wardatus Sarifah meminta agar pemkab melakukan rekapitulasi secara detail mengenai jumlah korban meninggal karena terinfeksi Covid-19 dan jumlah jenazah pasien terinfeksi Covid-19 yang tidak dimakamkan menggunakan protkes.

Tujuannya agar Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pamekasan dapat melacak dan mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Ia juga berharap masyarakat Pamekasan tetap disiplin mematuhi protkes demi keamanan dan kebaikan bersama.

Baca juga  Tidak Ajukan PSBB, Satgas Pencegahan Covid-19 Sampang Siapkan Fasilitas Khusus ODR dan ODP

“Jadi kita yang harus bergerak. Jangan kita diam saja. Lakukan pendataan, siapa saja, di mana saja yang tidak menggunakan protkes. Ini antisipasi,” ucap politisi Partai Nasdem itu. (ali/maf)

 

 

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan