oleh

Pasien Pamekasan Meninggal Positif Covid-19, 11 Warga Sumenep Jalani Karantina

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sebanyak 11 warga Kabupaten Sumenep menjalani karantina. Itu imbas dari pasien yang meninggal asal Lawangan Daya, Pademawu, Kabupaten Pamekasan positif terjangkit Covid-19 atau Corona.

Kesebelas warga tersebut diketahui melayat ke rumah pasien saat pasien dimandikan dan dikuburkan sebagaimana jenazah pada umumnya. Sebab, semula dia diketahui negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLP2) Surabaya.

Sepuluh hari dari penguburan, keluar hasil tes baru dari Balitbangkes Jakarta. Pasien dinyatakan positif Covid-19. Para orang tua pasien beserta dokter yang merawatnya selama di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan menjalani karantina. Termasuk kesebelas pelayat dari Sumenep.

BACA JUGA:  Warga Harap Kluster Pasien Diungkap Lebih Cepat

Saat dikarantina dan diisolasi selama 14 hari, mereka tidak mengalami gejala kesehatan. Sementara kesebelas pelayat, belum diketahui secara pasti perkembangannya.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Widayanti, salah satu masyarakat Sumenep yang juga melayat. Menurutnya, ada kurang lebih sebelas orang Sumenep bagian barat melakukan takziah ke rumah pasien yang dinyatakan positif  Corona tersebut.

Sementara untuk status orang-orang tersebut, sejauh ini dari hasil pendataan belum diketahui pasti terpapar atau tidak. Widayanti menyebutkan, dirinya beserta warga Sumenep  lainnya hanya sekadar melayat; tidak sampai ikut memandikan jenazah.

“Tapi mereka sudah disarankan untuk karantina di rumah masing-masing, karena sebelumnya kan dinyatakan negatif, makanya mereka tenang-tenang saja, ternyata hasilnya positif. Kami mendata ada sebelas orang yang melayat kemarin,” ungkapnya, Senin (30/3).

Sebagai upaya awal, kata perempuan yang juga kesehariannya bertugas sebagai guru di salah satu sekolah dasar itu, sigap mengontak para pelayat, agar segera berupa membersihkan diri sebelum dilaporkan ke tim kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pragaan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono menyampaikan, pihaknya mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang tersebut.

Termasuk menyarankan melakukan karantina diri di rumahnya masing-masing. Mereka dipantau secara online atau dalam jaringan (daring) oleh tim medis yang sudah disediakan oleh pihaknya. Selebihnya, belum ada upaya lain.

“Pakaian dan sebagainya sudah kami instruksikan untuk diamankan. Selama 14 hari, mereka dikarantina di rumahnya masing-masing. Semoga saja nanti mereka tidak ada gejala. Tim pasti melakukan pengawasan seperti aktif menelpon mereka, kan caranya memang seperti itu,” paparnya. (ara/nam)

Komentar

News Feed