oleh

Pasien Terinfeksi Covid 19 di Sumenep Berasal dari 3 Kecamatan

Kabarmadura.id/SUMENEP- Empat warga Sumenep yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 adalah berasal dari klaster petugas haji yang menjalani pelatihan di Sukolilo Surabaya pada Maret lalu.

Hal itu berdasarkan penjelasan Bupati Sumenep A. Busyro Karim yang juga sebagai ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, melalui konferensi pers, Jumat (24/4/2020).

Empat orang yang terinfeksi tersebut, satu orang berasal dari Kecamatan Rubaru, satu orang dari Kecamatan Saronggi dan dua orang berasal dari Kecamatan Sumenep, dengan jenis kelamin 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Sejatinya, Ketua Satgas Covid 19 Sumenep A. Busyro Karim menguraikan, terdapat lima orang yang dari hasil rapid test sebelumnya menunjukkan tanda terinfeksi Covid 19. Atas hasil adanya tanda terinfeksi berdasar rapid test, kemudian dilakukan tes swab ke Surabaya.

“Hasilnya, sore ini kami mendapatkan konfirmasi bahwa empat orang dari lima yang jalani rapid test dinyatakan terinfeksi Covid 19. Sejak 10 hari lalu, mereka sudah menjalani perawatan isolasi mandiri,” ungkap Busyro Karim.

Politisi PKB tersebut menguraikan, upaya mencegah penyebaran lebih luas Covid 19 di Sumenep sudah dijalankan sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan, termasuk terhadap orang yang menandakan terinfeksi Covid 19 dari hasil rapid test, sudah dipantau saat menjalani perawatan isolasi mandiri.

Hingga 24 April ini, terdapat 286 orang di Sumenep yang ditetapkan dengan status orang dalam pemantauan (ODP). Dari jumlah tersebut, 32 orang sudah selesai dilakukan pemantauan.

Konfirmasi akan adanya 4 warga Sumenep terinfeksi Covid 19, berpengaruh terhadap peta penyebaran Covid 19 di Madura. Sebelumnya, Sumenep berstatus sebagai zona hijau. Namun kini, peta tersebut berubah menjadi merah. (ong/bri/waw)

Komentar

News Feed