oleh

Pasien Terinfeksi Covid-19 di Sumenep Terakumulasi 115 Orang

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pasien terinfeksi Covid-19 di Sumenep per 8 dan 9 Juli 2020 bertambah tiga orang. Sehingga, sudah terakumulasi sebanyak 115 orang.

Dengah kondisi itu, Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep berharap, masyarakat diharapkan untuk berhati-hati dan waspada serta terus mengikuti protokol kesehatan.

Pasien terbaru yang terkonfirmasi per 9 Juli 2020 atau ke-115, adalah seorang laki-laki berusia 22 tahun dari Kecamatan Kalianget. Dia adalah pasien dalam pengawasan (PDP) di RSI PT. Garam Kalianget

Sedangkan pasien ke-114, adalah laki-laki berusia 46 tahun berdomisili di Kecamatan Lenteng, yang juga termasuk PDP yang dirawat di RSI PT. Garam Kalianget.

Pasien itu dinyatakan terinfeksi Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan swab test di RSI PT. Garam Kalianget, pada (8/7/2020).

Untuk pasien Covid-19 ke-113 adalah aparatut sipil negara (ASN) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep, berjenis kelami perempuan usia 57 tahun dan berdomisili di Kecamatan Sumenep.

“Pasien tersebut merupakan PDP di RSI PT. Garam Kalianget dan dilakukan pemeriksaan swab pada tanggal 8/7/2020 yang hasilnya terinfeksi Covid-19,” ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, peta sebaran Covid-19 dari 27 kecamatan di Sumenep, 18 kecamatan di antaranya berada di posisi zona merah, dan 9 kecamatan berada pada zona hijau.

“Di samping 115 pasien terinfeksi Covid-19, PDP tetap 23 orang, pasien dinyatakan sembuh 29 orang serta empat orang meninggal dunia,” ulasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep M.Syukri meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep harus menetapkan langkah-langkah strategis, terlebih setelah pemerintah menaikkan status menjadi  tanggap darurat Covid-19.

Politisi PPP itu menyarankan tim gugus tugas harus memaksimalkan kegiatan pencegahan. Agar penanganan yang selama ini dilakukan terlihat hasilnya, karena harus berbeda ketika status siaga darurat.

“Sehingga gugus tugas jangan hanya fokus pada penanganan terhadap penularanya. Tetapi yang terpenting adalah tindakan pencegahan harus masif,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed