oleh

Pasien Terus Bertambah, Status Darurat Covid-19 di Bangkalan Diperpanjang Lagi

KABARMADURA.ID, Bangkalan -Jumlah pasien Covid-19 di Bangkalan yang dinyatakan sembuh atau bersih dari wabah itu terus bertambah. Namun, kasus pasien baru juga bertambah pula. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang terinfeksi Covid-19 sejak kasus pertama bulan April lalu.

Sabtu (10/10/2020), ada penambahan pasien sebanyak enam orang. Sehingga total yang terinfeksi mencapai 540 pasien. Sedangkan penambahan pasien sembuh hanya empat orang sejak kemarin dengan total keseluruhan 423.

Melihat kondisi itu, status darurat wabah Covid-19 terus diperpanjang. Mulai 11 Oktober hingga 9 Desember 2020 atau selama 60 hari status itu diberlakukan. Sebelumnya, status tanggap darurat wabah Covid-19 juga diberlakukan.

Perpanjangan itu berdasarkan surat pernyataan perpanjangan status tanggap darurat bencana wabah Covid-19 nomor: 360/169/433.208/2020. Surat tu ditandatangani bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron pada tanggal 10 Oktober 2020.

Humas Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, dengan diberlakukannya status ini, semua masyarakat Bangkalan diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan.

“Terutama kebiasaan baru memakai masker ketika keluar rumah dan sering mencuci tangan dengan air mengalir,” tegasnya.

Agus mengungkapkan, di tengah status tanggap darurat ini, selain menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan, Agus menilai, Covid-19 juga dapat dilawan dengan memperhatikan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Kendati status tanggap darurat Covid-19 diperpanjang, dia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitasnya agar perekonomian juga tetep berjalan. Namun, sekali lagi dia menegaskan, tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Ini penting untuk membiasakan diri dengan memulai hidup baru dengan mengutamakan protokol kesehatan karena kami tidak tahu kapan ini akan berakhir. Baik di lingkungan kantor atau rumah harus tetap disiplin dan jangan abai,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Bangkalan dr Catur Budi Koeswardiono menerangkan, sejak kasus pertama Covid-19 ada 67 pasien yang meninggal. Untuk yang masih menjalani perawatan sejak 3 Oktober 2020 lalu ada setidaknya 58 pasien.

“Gejalanya macam-macam, dari keseluruhan ada gejala ringan, tanpa gejala hingga memiliki komorbid,” ungkapnya.

Sedangkan pasien yang memiliki penyakit bawaan, dia mewajibkan agar pasien dirawat di rumah sakit. Tapi, untuk pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri dan di rumah karantina yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Diketahui, sebelumnya juga ada kluster baru pasien Covid-19 yakni dari rumah sakit. Setidaknya ada 10 tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit yang terinfeksi wabah itu. Kemudian informasi terakhir setelah dilakukannya swab massal, ada 6 nakes tambahan yang ternyata terinfeksi wabah itu.

“Setelah ditelusuri, enam pasien yang baru terinfeksi Covid-19 ini bukan bersentuhan langsung dari pasien. Karena, ada yang bertugas hanya sebagai tenaga administrasi. Kemungkinan dari luar pekerjaannya sebagai nakes,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed