Pastikan Daging Sapi Madura Aman Dikonsumsi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG –  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang melakukan pemeriksaan kelayakan daging sapi jelang idul fitri. Puluhan petugas dan dokter hewan diterjunkan ke semua kecamatan. Minimal satu kecamatan terdapat satu hingga dua dokter hewan dengan didampingi petugas medis mendatangi tempat pemotongan hewan.

Kepala Dinas Pertanian dan KP Sampang, Suyono mengatakan kelayakan konsumsi daging dipastikan aman. Sebab, pemeriksaan dilakukan ketat di setiap TPH dan rumah potong hewan (RPH). “Selama beberapa hari terakhir pemeriksaan sudah kami lakukan. Namun belum ditemukan sapi atau daging yang tidak layak konsumsi,” ucapnya, Senin (10/5/2021).

Bacaan Lainnya

Ditegaskan, total dokter hewan yang diterjunkan sebanyak 20 orang dengan didampingi 14 tim medis. Mereka mendata semua TPH yang melakukan penyembelihan. Sedangkan, di lima RPH ditempati satu dokter hewan. Sebab, nyaris di lima RPH itu tidak difungsikan. Masing-masing, Sampang, Kecamatan Tambelangan, Oben, Tojun dan Kecamatan Ketapang.

“Selama ini, banyak pedagang menyembelih hewan di tempat pemotongan hewan (RPH) di rumah-rumah pedagang. Untuk pemeriksaan dilakukan bertahap. Sebelum sapi disembelih diperiksa dulu. Tahap kedua, daging setelah penyembelihan (postmortem). Termasuk pemeriksaan hati dan cacing hati,” tegasnya.

Pihaknya memastikan, rata-rata sapi di daerah Madura sehat. Bahkan, hampir tidak ditemukan cacing hati. Sehingga, daging sapi khususnya di daerah Sampang sangat layak dikonsumsi. Selain itu, pihaknya mengklaim semua RPH diaktifkan saat menjelang idul fitri. Penyembelihan di RPH tidak hanya ada satu dokter hewan. Namun dilengkapi oleh tenaga medis yang handal. “Termasuk pemotong handal. Sehingga dipastikan proses pemotongan hewan lebih cepat,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Khusnul Yaqin berharap kepastian layak konsumsi daging tidak hanya klaim. Sebab berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Sehingga instansi yang membidangi kelayakan daging tersebut, wajib mendokumentasikan dimana saja lokasi penyembelihan yang diperiksa.

“Kami berharap pemeriksaan ini benar-benar ketat. karena kelayakan daging penting. Kami juga akan melakukan pengawasan dan monitoring, termasuk menerima pengaduan dari masyarakat jika ada daging yang tidak layak konsumsi,” responnya.  (man/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *