Pastikan Data Diperbaharui, Dinsos Pamekasan Update Berkala DTKS

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) VALIDASI: Dinsos Pamekasan terus melakukan pembaharuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sebab itu, pembaharuan data secara berkala dilakukan terhadap DTKS.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Moh. Tarsun mengungkapkan, pada tahun 2021, DTKS di-update sebanyak satu kali, tepatnya pada bulan Mei lalu, dengan jumlah perbaikan pada 20.212 rumah tangga (ruta). Terdapat 242 ruta yang dikeluarkan dan 3.336 ruta yang diusulkan.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, hasil pemutakhiran itu telah dikirimkan ke Kementerian Sosial RI melalui pusat data dan informasi (Pusdatin) Kemensos untuk mendapatkan pengesahan pemerintah.

Update terakhir kami menggunakan aplikasi SIKS-NG offline, dan telah dikirim sesuai jadwal finalisasi DTKS tanggal 24 Mei 2021 untuk ditetapkan oleh Kemensos menjadi DTKS periode Mei 2021,” paparnya, Senin (20/9/2021).

Dari hasil pembaharuan DTKS tersebut, berdampak langsung pada  kebijakan pemberian bantuan dan pemberdayaan sosial. Seperti bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Penerima Bantuan Iuran (PBI), Subsidi Energi, dan lainya.

Pria kerap disapa Tarsun itu menegaskan, akan segera mengirimkan surat permohonan kepada menteri sosial (mensos)  untuk mendapatkan hasil pengesahan DTKS. Menurutnya, hal itu penting sebagai acuan dalam perumusan pemberian program bantuan dan atau pemberdayaan sosial.

“Segera (hari ini), kami akan berkirim surat permohonan untuk memperoleh hasil pengesahan DTKS, karena sangat penting untuk perumusan kebijakan program bantuan dan pemberdayaan sosial, tidak hanya untuk Dinsos saja, tapi OPD lain dapat menggunakan DTKS kalau ingin memberikan bansos.” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan tersebut menambahkan, sejak bulan April 2021, Kemensos membuka pendaftaran atau pengajuan penerima bansos baru sebagai terobosan bagi warga miskin yang tidak masuk DTKS dan belum mendapatkan bansos. Sehingga, berdasarkan data usulan dari desa dan kelurahan.

“Kabupaten sudah mengusulkan 16.851 usulan valid, yang kemudian divalidasi oleh Kemensos untuk menjadi penerima bansos BPNT/sembako berjumlah 9.285 KPM,”  pungkasnya. (*)

REPORTER: Khoyrul Umam Syarif

REDAKTUR: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *