Pastikan Labelisasi Mampu Perbaiki Data Penerima Program PKH

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BUTUH KESADARAN: Salah satu petugas program keluarga harapan (PKH) Pamekasan, saat melakukan labelisasi dan memberikan sosialisasi terhadap keluarga penerima manfaat (KPM).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Kegiatan labelisasi setiap rumah kelompok penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di seluruh kecamatan Pamekasan selesai. Hal tersebut diungkapkan, Koordinator PKH Kabupaten Pamekasan, Lukman Hakim, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya, program labelisasi merupakan instrumen atau strategi untuk mengurangi angka kemiskinan di  daerah. Selain itu, program labelisasi bertujuan untuk update data. Bahkan, dengan kegiatan labelisasi diharapkan mampu tercipta transparansi data bantuan sosial (Bansos) khususnya KPM PKH dan bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa sembako.

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan, jumlah rumah KPM yang diberi label PKH sebanyak 112.023 rumah yang tersebar di 13 kecamatan. Pemasangan label tersebut, kini telah rampung dan bantuan PKH untuk tahap pertama telah tersalurkan kepada 55.657 KPM dengan anggaran Rp37,8 miliar.

Namun demikian, berkat labelisasi ratusan KPM tergraduasi dan mundur dari statusnya sebagai KPM. Kendati dirinya belum mengetahui jumlah pastinya, saat progress labelisasi masih 85 persen sudah ada 400 KPM yang mundur sebagai KPM.

Menurutnya, dikarenakan yang bersangkutan merasa malu jika rumahnya harus ditempeli label PKH, lantaran label tersebut memiliki konotasi bahwa yang bersangkutan tidak mampu secara ekonomi. Meski demikian, ada juga warga yang berangkat atas kesadaran dirinya sendiri bahwa dirinya tidak layak menjadi KPM.

“Yang diharapkan adalah validitas data bansos dan melahirkan kesadaran bagi KPM yang  sudah memiliki kemampuan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh Ali meminta agar pemkab memiliki bank data yang jelas dan menjadi rujukan. Sehingga, tidak hanya untuk kepentingan penyaluran bansos, akan tetapi juga untuk bidang lainnya. “Pemkab kan sudah punya itu, tinggal segera dimaksimalkan,” ujarnya. (ali/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *