Pastikan Mencuat Penolakan, Terkait Relokasi Pedagang Sembako ke Pasar Margalela

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SEPI: Sejak empat tahun dianggarkan puluhan miliar, Pasar Margalela I dan II di Kabupaten Sampang tidak menunjukkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Rencana relokasi pedagang yang ada di Pasar Srimangunan ke Pasar Margalela belum dipastikan berjalan mulus. Bahkan, menganggap relokasi tersebut sulit untuk diterapkan. Hal ini diungkapkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, Senin (25/01/2021).

Menurutnya, relokasi pedagang akan menuai berbagai persoalan di bawah. Terutama mengenai penolakan pedagang yang sudah lama menempati Pasar Srimangunan. Sebab, para pedagang menganggap lokasi lama lebih menguntungkan daripada lokasi baru.

Bacaan Lainnya

Salah satu alasannya, di tempat yang lama para pedagang sudah banyak dikenal pembeli. Sedangkan di tempat baru, mereka kesulitan untuk mendapatkan pembeli yang harus dimulai dari awal untuk memasarkan dagangannya.

“Akan kesulitan di awal perpindahan. Selain penolakan dari pedagang sembako, juga akan mendapat penolakan dari pedagang lain. Sehingga perlu penanganan khusus dari dinas terkait. Pasti ada kesulitan, tapi itu sudah biasa. Karena adanya pedagang basah akan membuat pasar ramai. Sehingga, kami akan atur cara perpindahannya,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan, Pasar Margalela akan disulap menjadi pasar yang ramai penuh pengunjung. Tujuan tersebut akan tercapai, apabila merelokasi pedagang di Pasar Srimangunan ke Pasar Margalela, utamanya pedagang sembako.  Sehingga, untuk Pasar Srimangunan akan difokuskan pada pedagang retail dan non pedagang sembako.

“Kami targetkan Pasar Margalela menjadi pasar ramai. Semua pedagang yang menjual kebutuhan pokok akan dipindah ke Margalela. Mulai dari pedagang ikan, daging, beras, dan semua kebutuhan pokok akan dipindah,” janjinya.

Pihaknya meyakini, dengan semua pedagang yang menjual kebutuhan pokok dipindah dari Pasar Srimangunan warga atau pengunjung akan pindah dan berbelanja ke Margalela. “Saya yakin, ini banyak yang menentang. Untuk awal tidak ada masalah ada protes. Tapi setelah itu, masyarakat akan ada tempat khusus untuk belanja sembako atau kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.  (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *