Pastikan Pencairan ADD di Sumenep Awal Bulan Mei

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) LAMBAT-Salah satu desa di Kabupaten Sumenep, mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2021.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Beberapa desa di Kabupaten Sumenep,  sudah mengajukan pencairan alokasi dana desa (ADD). Meski demikian, mayoritas desa belum melakukan pengajuan. Bahkan, belum satupun desa yang direkomendasikan melakukan pencairan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Supardi, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, target pencairan ADD sebelum hari raya. Tujuannya, agar dana tersebut bisa dimanfaatkan oleh para perangkat desa. Bahkan dipastikan, awal bulan Mei proses pencairan sudah rampung, meski desa yang belum mengajukan pencairan masih mendominasi dibandingkan dengan desa yang memang sudah mempersiapkan tahapan pencairan ADD.

Bacaan Lainnya

“Beberapa tahapan sudah rampung, mulai dari proses pelaporan yang ditentukan oleh Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep, termasuk kendala peraturan bupati (perbup) yang saat ini sudah selesai disahkan,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, saat ini tinggal menunggu persyaratan dari desa, mulai dari pengajuan, laporan, dan data perangkat yang tercover dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) bagi yang terdaftar. Sehingga ketika sudah selesai  desa tinggal menunggu proses pencairan.

“Kurang lebih masih 100 desa ini yang sudah mengajukan, harapan kami bisa segera cair karena biasanya cairnya lebih awal kalau ADD,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Sumenep Rudi Yuyianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Ferdiansyah mengatakan, untuk beberapa anggaran memang masih harus dibahas lantaran terbentur regulasi. Bahkan,  aturan baru PMK no 17 tahun 2021 juga berpengaruh pada realisasi keuangan yang bersumber dari daerah.

“Tetapi saat ini sudah tuntas. Hanya saja, sebagai rasa kekhawatiran kami setidaknya mengantisipasi lebih baik. Agar pencairan ADD berjalan lancar,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep Abdul Hayat mengatakan, pada umumnya pencairan ADD lebih awal daripada pencairan  DD. Menurutnya, untuk tahun ini memang tidak seperti biasanya. Malah jauh lebih lambat.  “Ini kami sangat berharap agar bisa segera dinikmati oleh perangkat, apalagi memang belanjanya aparat,” paparnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *