oleh

Pastikan Realisai DBHCHT, Pemkab Sumenep Gelar Monev

Kabarmadura.id/Sumenep-Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2019 dari Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep, memantau langsung beberapa kelompok penerima manfaat (KPM). Tujuannya, guna memastikan anggaran sebesar Rp4,5 miliar itu terealisasi dan sampai secara utuh, Rabu (4/12/2019).

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Sumenep Ach Laili Maulidy menyampikan, monev merupakan kegiatan wajib yang dilakukan setiap tahun, untuk mengontrol penggunaan DBHCHT oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Tahun ini, ada sekitar 10 OPD di Sumenep sebagai pengguna DBHCHT, antara lain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kemudian Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun), Sekretariat Daerah Bagian Perekonomian, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dinas Perikanan, dan Dinas PU Bina Marga.

“Waktu pelaksanaan monitoring ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, masing-masing selama 5 hari kerja, baik yang cukai dan pajak rokok dengan turun langsung ke bawah pada masing-masing penerima,” katanya, Rabu (4/12/2019).

Pada hari perdana monitoring, tiga kecamatan yang akan menjadi sasaran, yaitu Dungkek, Batang-Batang, dan Gapura.

Terdapat empat titik daerah penerima yang sudah terlampir dalam jadwal, antara lain kelompok pemberdaya ikan (pokdakan) dengan nama kelompok Usaha Baru dan Albarakah. Dengan jenis bantuan sarana prasarana budidaya udang vanamei, meliputi pakan, bibit, kincir, peralatan cek (kualitas) air dan robiotik.

Dilanjutkan ke Kelompok Tani (Poktan) Pajjar Laggu dan puskesmas di Kecamatan Batang-Batang.

Poktan yang tahun ini menerima aliran bantuan tersebut, dari  Dispertahortbun dengan jenis bantuan bibit serat daun nanas. Sementara untuk bantuan yang diberikan ke puskesmas adalah satu unit mobil ambulans.

Sementara tempat sasaran monitoring yang menjadi rute terakhir, adalah sentra produksi Wirausahawan Muda Sumunep (WMS) di Kecamatan Gapura, dengan unit bantu berupa peralatan dan bahan bahan pelatihan yang disalurkan melalui Diskop UK.

“Langkah selanjutnya dari hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam rangka perbaikan program penggunaan dana DBHCHT di tahun-tahun berikutnya,” lanjutnya.

Menanggap hal iti, Ketua Kelompok Pokdakan Hadi menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan sarana dan prasarana budi daya udang vanamei, karena memang di wilayah tersebut merupakan daerah budidaya.

Hampir semua KPM mempunyai tanggapan yang sama dengan adanya bantuan yang sudah sampai bahkan sudah difungsikan oleh kelompoknya.

“Jelas, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan yang disalurkan pemerintah ini, baik berupa alat-alat, bibit bibitan, dan yang lainnya. Kami siap merawatnya dan tentunya lebih giat lagi untuk berusaha,” paparnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed