Patot Gemakan dari Masjid ke Masjid Tolak Agenda Legalisasi Tambang Fosfat di Sumenep

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) ANTUSIAS: Salah satu kegiatan Patot dalam kegiatan tolak tambang fosfat di Sumenep di salah satu musala di Desa Grujugan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Tani Tolak Eksploitasi Tanah (Patot) Gapura, getol menyadarkan masyarakat untuk menolak wacana melegalkan tambang fosfat.

Mereka melakukannya secara bergiliran dari satu masjid ke masjid di wilayah Kecamatan Gapura. Salah satunya pada Selasa malam (29/3/2021), Patot melaksnakan kegiatan tersebut di Musala Baitul Luqman, Desa Grujugan, Kecamatan Gapura.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini sudah yang kesekian kalinya kami lakukan,” ungkap Koordinator Patot, Kusairi.

Kegiatan tersebut dikemas dengan istigasah bersama, lalu diskusi. Melalui diskusi itulah, Kusairi cs berusaha memberi penyadaran kepada masyarakat terkait agenda legitimasi penambangan fosfat di Sumenep.

Sedikitnya ada 80 orang yang terlibat dalam diskusi dan doa bersama itu, baik pria maupun wanita. Untuk memudahkan cara agar masyarakat paham, Kusairi dan teman-temannya selalu menyediakan proyektor. Masyarakat akan disajikan ilustrasi gambar tentang bahaya tambang fosfat.

Kusairi berjanji akan memasifkan aktivitasnya dari masjid ke masjid. Baginya hal itu penting, karena masyarakat harus tahu bahwa kebijakan pemerintah membuka pintu untuk proyek penambangan fosfat itu akan menyengsarakan masyarakat.

“Termasuk seperti kerusakan lingkungan dan lain-lain,” ungkapnya penuh rasa optimis.

Sementara itu, Iskandar Dzulkanain yang didapuk menjadi pemateri setiap kali Patot menggelar kegiatan tersebut, merasa sangat senang sudah terlibat dalam kegiatan tersebut. Karena baginya, proses penyadaran masyarakat seperti itu merupakan bagian dari merawat peradaban.

“Karena kalau tambang fosfat nanti terealisasi, yang akan kena dampaknya ya pasti rakyat-rakyat kecil. Maka dari itulah, aksi penyadaran seperti ini penting kami lakukan,” ungkapnya. (km62/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *