oleh

Patroli Cyber Bawaslu Sampang Kurang Berguna

Kabarmadura.id/SAMPANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sampang diminta menindak tegas para pelanggar pemilu di media sosial. Pasalnya lembaga tersebut dinilai kurang cepat dalam menangani dugaan pelanggaran yang terjadi di jagat maya itu.

Koordinator Komunitas Kawal Pemilu (KKP) Madura, Iskandar Zulkarnain menuturkan, dengan  perjalanan waktu, pola pelanggaran pemilu akan mengikuti tren zaman. Saat ini, pelanggaran pemilu jarang nampak di darat, namun didominasi melalui media sosial (medsos).

“Namun, dalam pelaksanaannya, pemilu pada 17 April 2019 yang disebut sebaga pemilu lima kotak itu, menyimpan beragam masalah. Utamanya di medsos, lantaran pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dilakukan bersamaan dengan pemilihan legislatif, baik tingkat DPRD, DPR RI maupun DPD RI,” ungkapnya, Senin (8/4).

Kata Iskanadar, Komunitas Kawal Pemilu (KKP) sebagai bagian dari elemen masyarakat memandang perlu adanya kerjasama dan pendampingan terhadap proses dan kinerja KPU serta Bawaslu yang dinilai lambat.

“Selama ini, pelanggaran yang banyak disorot nyaris tidak menyentuh soal medsos,” ungkapnya.

Dia meminta KPU dan Bawaslu agar bekerja secara profesional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, PKPU RI Nomor 3 Tahun 2019 serta Peraturan Bawaslu RI Nomor 31 Tahun 2018.

Dia juga meminta Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk melaksanakan dan menidak serta mempublikasikan pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu, baik para capres-cawapres maupun caleg yang berkontesasi.

“Kami meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk lebih proaktif dalam menindak dan menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu. Lebih-lebih di medsos yang nyaris luput dari perhatian,”. Paparnya.

Sayangnya, Ketua Bawaslu Sampang Insiatun belum bisa dikonfirmasi secara resmi perihal lemahnya pengawasan pemilu di medsos, dihubungi melalui sambungan telponya, dia tidak memberikan jawaban. (sam/waw) 

Komentar

News Feed