Patuhi Prokes, Kunci Utama Basmi Covid-19 di Kabupaten Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO;KM/ ALI WAFA) TIDAK SADAR: Kesadaran masyarakat Pamekasan masih rendah terhadap pentingnya mematuhi protokol kesehatan (prokes).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Wabah Covid-19 di Kabupaten Pamekasan terus bergerak cepat, hingga menewaskan sejumlah korban meninggal. Bahkan, korban merupakan tenaga medis yang telah berjuang melakukan penanganan Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan Syaiful Hidayat mengungkapkan, dalam melaksanakan penanganan wabah Covid-19, sejumlah rumah sakit sempat terkendala oleh ventilator.

Sebab, ventilator harus berada di sebuah ruangan khusus. Sementara ruangan yang dimiliki rumah sakit terbatas. Namun demikian, menurutnya, kendala utama tetap kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Pihaknya menyayangkan, keapatisan masyarakat untuk mengikuti prokes. Dirinya mengaku, masih sering menemukan warga berkerumun di tempat umum tanpa mengenakan masker. Bahkan, aksi berkerumun yang dilakukan sejumlah warga belakangan ini merupakan bentuk ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Apalagi, sejumlah aksi demonstrasi yang kerap terjadi belakangan ini. Kerumunan aksi itu dapat berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19,” ujarnya, Selasa (08/12/2020).

Namun demikian, dirinya menyebutkan bahwa Covid-19 saat ini sudah tidak perlu lagi membicarakan klaster. Sebab virus telah tersebar luas, bahkan bisa mengenai siapapun yang yang tubuhnya terlihat bugar.

Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Nanang Suyanto membenarkan hal itu. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi prokes menjadi kendala utama dalam penanganan Covid-19.

“Perlu kerja sama yang kuat antara pemerintah dengan tim kesehatan dan juga masyarakat untuk bersama-sama menegakkan prokes sebagai kebiasaan hidup baru. Belajar pada virus sebelumnya yaitu virus cacar yang sempat mewabah di seluruh dunia,” paparnya.

virus tersebut juga menjadi atensi internasional. Akhirnya, sebelum vaksin virus cacar ditemukan, baik dari kalangan internasional hingga ke daerah bersepakat untuk menjalankan prokes sebagai kebiasaan hidup baru.

Dan akhirnya virus tersebut hingga saat ini, sudah hilang dengan sendirinya. “Jadi kalau ingin virus ini cepat selesai, kuncinya tidak ada lagi, harus disiplin patuhi prokes,” tukasnya. (ali/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *