Patuhi Protokol Kesehatan, Peserta SBMPTN UTBK UTM Bangkalan Wajib Pakai Masker

  • Whatsapp
(FOTO:  KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIPERKETAT: Pintu masuk kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Kabarmadura.id/Bangkalan-Di tengah upaya persiapan menghadapi situasi tatanan normal baru yang diberlakukan dalam menghadapi wabah Covid-19. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memutuskan tetap menggelar ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) yang menjadi syarat untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 dengan mematuhi standar protokol kesehatan.

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang merupakan satu-satunya universitas negeri di Madura telah mempersiapkan teknis penyelenggaraan UTBK-SBMPTN 2020. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UTM Supriyanto mengatakan, saat pelaksanaannya nanti akan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bacaan Lainnya

“Pelaksanaan UTBK SBMPTN tetap akan kami lakukan secara langsung. Tapi kami tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan semua peserta yang ikut nantinya harus memakai masker,” ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Lebih lanjut, lelaki yang kerap disapa Pri ini menuturkan, sebelum memasuki ruangan,  peserta diwajibkan untuk mencuci tangan dan pemeriksaan suhu dengan menggunakan thermal gun. Jika ada peserta yang tidak membawa dan memakai masker. Pihaknya mengatakan, peserta tersebut tidak boleh masuk ruangan.

“Sebenarnya tidak ada aturan apakah peserta yang tidak memakai masker didiskualifikasi atau dicoret dalam pelaksanaan UTBK. Tapi kami hanya larang masuk ruangan. Namun, akan tetap kami sediakan masker bagi peserta yang tidak memakai,” jelasnya.

Hal tersebut mengikuti sebagaimana instruksi yang telah digariskan oleh LTMPT bahwa peserta wajib mengikuti standar operasi prosedur (SOP) protokol kesehatan sebelum masuk, pada saat pelaksanaan, dan sesudah ujian. Penerapan itu antara lain adanya jarak antarpeserta, mewajibkan penggunaan masker bagi para peserta, pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan sebelum memasuki ruangan.

“Untuk jarak antarpeserta kami beri jarak 1,5-2 meter,” jelasnya.

Selain itu, pelaksanaan UTBK tahun ini sendiri akan berbeda dengan tahun kemarin. Sebab, kapasitas peserta ruangan akan dibatasi. Jika sebelumnya satu ruangan diisi 20 orang, dalam pelaksanaannya nanti akan hanya diisi 10 orang saja dengan 1 pengawas.

“Tahun ini semua pelaksanaan akan kami lakukan di dalam kampus semua. Kami sudah siapkan ruangannya,” terangnya.

Diketahui, PTN terbesar di Madura ini diberikan alokasi peserta tes UTBK-SBMPTN sebanyak 6.650 orang. Sedangkan, pelaksanannya sendiri kata Pri, akan dimulai tanggal 5-12 Juli mendatang. Namun, pihaknya akan menambah waktu pelaksanaan tes. Hal tersebut dilakukan karena ditakutkan akan membludaknya peserta tes dari Madura.

“Sehingga pelaksanaannya nanti di UTM akan dimulai tanggal 5 hingga 14 Juli, selisih 2 hari,” pungkasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *