oleh

Patut Dicontoh, Jamaah Masjid Al-Ittihad Salat dan Tadarus Jaga Jarak

Kabarmadura.id-Wabah Covid-19 yang merebak di Indonesia memunculkan persoalan dalam teknis beribadah. Hal itu juga tidak terlepas dari imbauan pemerintah ketika mau beribadah di luar rumah seperti masjid, mushalla, dan sejenisnya.

Masjid Al-Ittihad di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan tetap melangsungkan rutinitas ibadah seperti salat lima waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Begitu juga dengan salat Jumat dan salat Tarawih di Bulan Ramadan ini.

Beribadah di Masjid Al-Ittihad ini memberikan keamanan terhadap jamaahnya. Hal itu tidak terlepas dari takmir masjid yang menerapkan pencegahan penularan Covid-19.

Setiap jamaah diimbau agar mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan di teras, sebelum masuk masjid. Lalu, mereka harus memberikan jarak antarjamaah ketika salat, walaupun tidak terdapat tanda penjarangan.

Akan tetapi, Ketua Takmir Masjid Al-Ittihad Mahsyus Syakir mengatakan, ketika salat Tarawih, jamaah bisa dengan shaf rapat dengan catatan di baris pertama dan kedua. Namun, di baris selanjutnya diterapkan penjarangan.

“Berdasarkan rapat takmir masjid, sejak tanggal 19 April (2020), sebelum memasuki masjid diharapkan cuci tangan. Bagi jamaah yang menginginkan shaf rapat bisa menempati shaf pertama dan kedua. Bagi jamaah yang menginginkan jaga jarak di shaf ketiga dan seterusnya,” terangnya.

Di samping itu, Ketua Takmir Masjid Al-Ittihad ini mengimbau agar jamaah tidak berjabat tangan, memakai masker, dan membawa sejadah sendiri.

“Membawa sejadah sendiri dari rumah, diimbau memakai masker, dan sebelum serta sesudah salat tidak bersalaman dengan sesama jamaah,” sambungnya.

Tidak sebatas ketika salat berjamaah, Mahsyus Syakir juga meminta agar ketika tadarus harus jaga jarak.

“Kami tadarus juga jaga jarak, batas akhirnya itu pukul 10 malam (22.00 WIB),” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed