oleh

PBB-Nasdem-Golkar Pamekasan Kehilangan Fraksi

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Pesta demokrasi di Pamekasan usai. Sejumlah partai politik berhasil mempertahankan kursi di parlemen. Kendati demikian, tidak sedikit parpol yang sebelumnya digdaya, kini harus gigit jari, karena kehilangan posisi strategis di parlemen.

Berdasarkan olah data DB1 atau hasil rekapitulasi tingkat kabupaten. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang pada pileg 2014 memiliki dua kursi di DPRD, kali ini harus mengakui kekuatan partai lain.

PDI-P tumbang dengan hanya memperoleh dukungan suara sebanyak 8.712 di demua daerah pemilihan. Dukungan suara tersebut memastikan partai berlambang banteng moncong putih itu tidak memiliki wakil di parlemen.

Kemudian, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Nasional Demokrat (NasDem), serta Partai Golongan Karya (Golkar), yang pada pileg 2014 mampu mendominasi dan membentuk fraksi, pada Pemilu 2019, harus kehilangan fraksi yang dimiliki.

Tiga partai besar tersebut hanya memiliki perwakilan 7 kursi di parlemen 2019-2024 dengan hanya meraih 98.281 suara. Rinciannya, Partai Golkar memiliki 3 wakil di DPRD dengan 39.886. PBB yang hanya meraih dukungan 35.034 suara, hanya memiliki 2 wakil di DPRD, pun demikian dengan partai besutan Surya Paloh, Partai Nasdem hanya memiliki 2 wakil di DPRD dengan hanya meraih 23.361 suara di semua dapil.

Meski partai penguasa pada pileg 2019 menjadi bulan-bulanan, namun tidak bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai berlambang Ka’bah itu tetap menjadi yang terkuat dengan berhasil meraup 155.576 suara dengan keterwakilan kursi di DPRD sebanyak 12 kursi.

Partai yang sekarang dinakhodai oleh Halili Yasin itu, berhasil mempertahankan keperkasaan pada pileg 2014 lalu, dengan menambah perolehan kursi, dari 9 kursi yang dimiliki sebelumnya.

Keperkasaan PPP juga diikuti oleh Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kedua parpol tersebut pada pileg 2019 berhasil meraih masing-masing 7 kursi di parlemen. Dengan total perolehan suara sebanyak 179.464. Rinciannya, Partai Demokrat sebanyak 92.330 dan PKB 87.134 suara.

Perolehan suara yang cukup mencengangkan terjadi di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Parpol yang pada pileg 2014 lalu, hanya memiliki 3 kursi DPRD. Pada pileg 2019, berhasil meraih dukungan 65.679 suara atau 5 kursi dewan. Hasil ini juga mengantarkan partai berlambang padi berapit bulan sabit itu, menjungkalkan PBB dari kursi pimpinan DPRD Pamekasan.

Hasil pileg 2019 yang tak kalah mengejutkan juga keluar dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Partai yang baru pertama kali mengikuti konstestasi pileg itu berhasil merebut satu kursi dewan dari dapil 5. Secara keseluruhan perolehan suara di Pamekasan, partai besutan Hari Tanoesoedibyo itu, berhasil mengumpulkan sebanyak 6.676 suara.

Melihat partainya menjadi tumbal keperkasaan sejumlah parpol lain, Ketua DPC PBB Pamekasan Suli Faris angkat bicara. Politisi senior yang sudah empat kali menduduki kursi wakil rakyat itu, mengkritisi tumpulnya penindakan dari penyelenggaraan pemilu.

Padahal menurut dia, berdasarkan evaluasi internal partainya, tingkat kecurangan Pemilu 2019 dinilai merupakan kecurangan demokrasi yang paling brutal. Indikasinya, banyak pemilih yang tidak datang ke TPS, tetapi hak pilihnya dipergunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan, di beberapa kecamatan yang hampir 14 persen warganya berada di perantauan, malah memperlihatkan tingkat kehadiran pemilih mencapai 98 persen. Kemudian, temuan kasus pergeseran suara dari suatu partai ke partai lain, serta antarcaleg dalam satu partai dan partai lain, yang sangat terlihat melanggar aturan, malah luput dari penindakan.

“Pemilu tahun ini merupakan pemilu dengan tingkat kecurangan paling brutal sepanjang sejarah pemilu yang saya ketahui,” sesal Suli, Minggu (12/5).

Suli menuding, adanya persekongkolan yang sangat kuat antara pihak penyelenggara dengan pihak tidak bertanggung jawab dalam melakukan kecurangan pemilu. Indikasinya, KPPS dan PPK ditemukan tidak menempel salinan form C1 atau hasil rekap tingkat TPS dan DA1 atau hasil rekapitulasi tingkat kecamatan.

Padahal menurutnya, sesuai dengan undang-undang nomor 17 tahun 2017 Tentang Pemilu dan PKPU nomor 9 tahun 2019, dua form itu wajib ditempel di tempat umum. Dengan demikian, jika penyelenggara tidak menempel dua form itu di tempat umum, bisa dikategorikan sebagai tindak pidana. Ancaman hukumanya 1 tahun serta denda sebesar Rp 12 juta.

Lebih lanjut, terang Suli, DPC PBB Pamekasan menginstruksikan kepada seluruh kader dan caleg untuk mengumpulkan bukti pelanggaran yang terjadi pada pemilu 2019. Bukti-bukti tersebut akan diajukan ke DPP PBB dan selanjutkan akan diajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Banyak kita temukan DA1 yang berubah-ubah, ada DA1 versi awal (DA1 qaul qadim) dan DA1 versi baru (DA1 qaul jadid),” ungkapnya.

Senada dengan Suli Faris, Ketua DPD PAN Pamekasan Heru Budhi Prayitno mengatakan, meski tingkat partisipasi pemilih pada pemilu 2019 di Pamekasan sangat besar. Namun dia menilai penyelenggaraan pemilu harus dievaluasi secara total. Tidak terkecuali kinerja penyelenggara.

Sebab menurut dia, selain indikasi kecurangan sistem yang dilakukan pihak penyelenggara pemilu, banyak kecurangan fatal yang terjadi di lapangan, terutama politik transaksional, yakni politik uang terjadi secara terbuka.

Sayang, pelanggaran-pelanggaran itu menurut Heru tidak mendapat tindakan tegas dari penyelenggara pemilu. Akibatnya, politik jual beli suara seakan menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan dengan mudah oleh oknum perusak demokrasi.

“Pengawasan Bawaslu terhadap praktik money politic kendor, itu harus dievaluasi, kalau tidak, sangat dimungkinkan lima tahun ke depan ada posko jasa jual beli suara,” pungkasnya. (pin/waw)

Perolehan suara setiap dapil berdasar perolehan suara terbanyak parpol

Nama Partai  Dapil 1  Dapil 2  Dapil 3  Dapil 4  Dapil 5  Total
PPP 15.221 44.151 42.184 41.497 12.523 155.576
Demokrat 14.326 15.078 33.027 15.837 14.062 92.330
PKB 11.620 23.662 21.396 13.397 17.059 87.134
PKS 12.992 2.621 27.649 15.167 7.250 65.679
Gerindra 8.931 13.643 19.701 9.637 3.427 55.339
Golkar 15.209 8.601 775 1.947 13.354 39.886
PBB 2.701 6.864 9.579 788 15.102 35.034
PAN 6.927 13.006 5.034 4.499 4.804 34.270
NasDem 5.154 5.699 4.400 800 7.308 23.361
PDI Perjuangan 942 1.364 269 546 5.591 8.712
Perindo 241 457 86 281 5.611 6.676
Hanura 411 7 240 4.519 5.177
Berkarya 1.339 316 35 114 998 2.802
PSI 1.070 47 35 45 145 1.342
Garuda 50 656 98 35 262 1.101
PKPI 11 15 10 6 42
Total 97.134 136.176 164.290 104.840 112.021 614.461

Sumber: Diolah dari DB1 KPU Pamekasan

Komentar

News Feed