PCNU se-Madura Ultimatum Kemenag

Headline, News18,827 views

KABARMADURA.ID | Sumenep — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Koordinator Daerah (Korda) Madura mengultimatum Kementerian Agama (Kemenag) untuk menarik buku pelajaran yang memuat materi menyimpang. Buku pelajaran tingkat MTs dan MA itu telah ditemukan setidaknya 50 kesalahan yang dinilai sangat menyimpang.

Pernyataan itu disampaikan Koordinator PCNU se-Madura KH Taufik Hasyim usai menggelar pertemuan rutin di Kantor PCNU Sumenep, Ahad (20/8/2023).

“Berdasarkan hasil kajian dari PCNU Sampang dan LBM PCNU Sampang, kami menemukan beberapa kejanggalan dan kesalahan dalam buku ajar tingkat MTs dan MA,” ujarnya.

Kiai Taufik, sapaan lekatnya, menyebut bahwa setidaknya ada 50 kesalahan dalam materi pelajaran yang ditemukan. Ia menilai muatan materi dalam buku pelajaran itu sangat bertentangan dengan akidah dan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah.

“Dalam kajian itu terdapat beberapa hal yang kami anggap kurang pas untuk diamalkan dan diajarkan. Karena tidak sesuai atau bertentangan dengan akidah dan amaliyah yang selama ini diamalkan oleh masyarakat, yaitu Ahlussunnah wal Jamaah,” tambahnya.

Baca Juga:  Ajak Siswa PAUD dan SD ke Museum Keraton Sumenep Dianggarkan Rp800 Juta

Mewakili PCNU se-Madura, Kiai Taufik lantas meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengkaji, menelaah dan bahkan menarik buku ajar tersebut. Sebab, bila tidak segera ditarik, dikhawatirkan timbul keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Kami NU se-Madura mengharap dan meminta dengan sungguh-sungguh kepada pihak terkait, dalam hal ini Kemenag agar mengkaji, menelaah dan bahkan menarik buku tersebut, tidak diedarkan dan dihentikan,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, PCNU Sampang menemukan adanya materi buku pelajaran yang menyimpang dari ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaah. Polemik ini pun lantas direspons oleh PCNU se-Madura dengan mendesak Kemenag segera mencabut pengedaran buku ajar tersebut.

Baca Juga:  Kemenag Sumenep Mulai Bentuk Kampung Zakat

Sebagai informasi, hadir dalam pertemuan rutin PCNU se-Madura, Syuriah dan Tanfidziyah PCNU se-Madura; Ketua PCNU Sumenep KH Pandji Taufiq, Ketua PCNU Pamekasan KH Taufik Hasyim, Ketua PCNU Sampang KH Itqan Bushiri, dan Ketua PCNU Bangkalan KH Makki Nasir. (*/nam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Kemenag lupa jati dirinya, seharusnya melihat indentitas lembaga dasar dan tanggungjawabnysa didasarkan pada agama, tetapi saat ini menjadi ladang bisnis bahkan pungli. Salah satu contoh lembaga pendidikan yang dibinanya madrasah khususnya yang negeri padahal guru dan stafnya ASN dan diberi BOS, siswa masuk pertama dipungut uang daftar ulang melalui komite katanya untuk pengembangan sekolah besarnya jutaan dan tidak ada pertanggung jawabannya, selain itu tiap bulan juga ada iuran sejenis SPP apa ini tidak pungli. Institusi berbasis agama seharusnya menjadi contoh institusi lain tapi sat ini justru sebaliknya.