PDAM Sampang Bikin Pelanggan Sampai Numpang Mandi di Kelurahan Lain

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) NGADAT: Lantaran haknya sebagai pelanggan PDAM Trunojoyo Sampang tidak terpenuhi secara maksimal, air sering ngadat, sejumlah pelanggan merasa dirugikan.

Kabarmadura.id/Sampang-Keluhan dari pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang seolah tidak ada hentinya. Pelayanan yang tidak maksimal, karena suplai air sering ngadat menjadi penyebab utamanya, tetapi sampai saat ini tidak kunjung teratasi.

Teranyar, keluhan datang dari pelanggan yang berdomisili di Jalan Merak, Kelurahan Gunung Sekar, Kecataman Sampang. Pasalnya, sejak Oktober 2019 lalu, suplai air dari PDAM itu sering macet, tetapi pembayaran tetap tinggi.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat kecewa terhadap pelayanan PDAM ini, karena beberapa bulan terakhir, kurang lebih sudah enam ini, suplai air ke rumah pelanggan khususnya di di Jalan Merak ini sering ngadat,” keluh Yuli, salah seorang pelanggan di Kelurahan Gunung Sekar.

Bahkan, Yuli mengaku sudah sering menyampaikan pengaduan secara langsung ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sampang itu. Namun, tidak ada respon dan perbaikan pelayanan. Sehingga, haknya sebagai pelanggan tidak terpenuhi, tapi kewajiban membayar harus dilaksanakan.

“Yang jelas, dengan sering ngadatnya air PDAM ini, membuat saya dan tetangga yang lain sangat kerepotan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan dirugikan atas pelayanan yang tidak optimal ini. Masak untuk mandi saja, saya harus numpang kepada famili yang berada di kelurahan lain,” ungkapnya.

Hal senada juga dikeluhkan Endang, salah seorang pelanggan yang juga tinggal Kelurahan Gunung Sekar, akibat sering tersendatnya suplai air dari PDAM tersebut, maka untuk bisa memenuhi kebutuhan air, baik untuk masak dan mandi, harus membeli air bersih dari truk tangki.

Meski demikian, Endang mengaku tetap menunaikan kewajibannya sebagai pelanggan PDAM Trunojoyo, yakni konsisten membayar beban sebesar Rp80 ribu setiap bulan. Padahal suplai air ke rumahnya terhenti.

“Kalau saya, untuk memenuhi kebutuhan air setiap minggunya, harus membeli air Rp100 ribu per truk tangki, ini sudah saya lakukan selama enam bulan terakhir ini, tetapi saya tetap harus membayar beban sekitar Rp80 ribu perbulan kepada PDAM ini,” kesalnya.

Menanggapi keluhan dari pelanggan itu, Kabag Hubungan Langganan PDAM Sampang Yazid Sholihin mengaku sudah meninjau langsung ke rumah pelanggan yang bersangkutan. Dia pastikan, PDAM Trunojoyo tetap berusaha melayani masyarakat.

Namun diakui, masih banyak titik tertentu yang mengalami kekurangan pasokan air, semisal di kawasan Kota Sampang yang sampai saat ini masih kekurangan debit air sekitar 50 liter/detik.

“Setelah kami periksa, untuk keluhan dari pelanggan Yuli ini, memang ujung pelayanan debit air masih kurang, sedangkan pelanggan Endang ini, yang tidak mengalir baru sekitar 4 hari ini, karena ada pemadaman listrik dari SB, jadi untuk kembali normal butuh waktu lama, karena pipa masih kosong,”  kelitnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *