oleh

PDAM Sampang Merugi Rp4,3 M per Tahun

Kabarmadura.id/Sampang-Wakil Ketua Komisi IIDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Alan Kaisan menilai, kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tronojoyo tidak sehat.

Alasannya, selama ini ketersedian sumber air, khususnya di Kecamatan Sampang, tidak terkelola dan dimanfaatkan secara maksimal.Sebab, masih ada ribuan kubik air yang setiap hari terbuang.

Kata Alan, untuk Kecamatan Sampang, terdapat 8 titik sumber air dengan total kapasitas air atau potensi air mencapai 100 liter/detik.Sehingga jika dikalikan 24 jam, totalnya mencapai 7.909liter kubikper hari dan dipotong 20 persen menjadi 5.645 liter kubik per hari.

Jumlah penduduk di Kecamatan Sampang tercatat 118.245. Setiap hari kebutuhan air setiap warga 60 liter, jadi total kebutuhan air setiap hari hanya 7.095 liter kubik.

Sementara jumlah pelanggan PDAM Trunojoyo sebanyak 8 ribu, namun yang aktif 6 ribu pelanggan, karena 2 ribunya tidak aktif.

“Dari hasil hitungan kami, potensi air dari delapan sumber ini sebetulnya sangat mencukupi untuk kebutuhan pelanggan. Kalkulasinya ada potensi sisa air sebanyak 3.252 liter kubik perhariyang tidak termanfaatkan, tetapi suplai air ke pelanggan tidak maksimal, ini menunjukkan perusahaan daerah ini tidak sehat,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Alan menjelaskan, tidak maksimalnya suplai dan adanya sisa air setiap harinya,karena pipa bocor, watermeter mati dan tidak normal, serta pelanggan yang tidak ada meterannya atau fiktif.

Untuk itu, Alan mendesak, pihak PDAM Trunojoyo segera menyelesaikan semua problem itu, sehingga ketersedian air dapat termanfaatkan dan pelayanan kepada pelanggan menjadi maksimal. Sebab jika ini dibiarkan, perusahaan akan mengalami kerugian terus menerus dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Tentunya, kami sangat berharap semua problem dan sisa air yang tidak termanfaatkan ini harus segera teratasi, dengan begitu pelayan akan lebih baik,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Hublang PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin yang dikonfirmasi melalui Kasubag Produksi Holilurrahman tidak menampik adanya sisa air yang tidak termanfaatkan.Itu termasuk dalam kehilangan air karena perpipaan dan masalah watermeter pelanggan.

Menurut dia, kehilangan air harus ada, karena air digunakan untuk pencucian pipa dan adanya pelanggan yang tanpa water meter, sehingga pemakaian air tidak terukur.

Berdasarkan standar kebutuhan air, sekitar 120 liter per orang setiap harinya.Namun konsumsi air pelanggan di Sampang rata-rata 144-150 liter perhari. Itu terhitung melampaui standar pemakaian.

Adanya kehilangan air yang mencapai 3 ribu kubik lebih perhariini, menurutnya tinggal dikalikan harga air per kubiknya sebesar Rp4 ribu, maka perharinya PDAM Trunojoyo berpotensi merugi Rp12 juta dan setahun menjadi Rp4,3 miliar.

“Sisa air yang tidak dimanfaatkan mencapai3 ribu lebih ini, sejatinya bukan tidak bisa dikelola, tetapi karena kondisi pipa dan lainnya, namun lambat laun kami terus akan perbaiki dan menggalakan water meter ke setiap pelanggan,” dalihnya.(sub/waw)

Komentar

News Feed