PDAM Trunojoyo Sampang Rahasiakan Hasil Rekap Tunggakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BUTUH TRANSPARANSI: Dirahasiakannya data rekap hasil penagihan tunggakan pelanggan PDAM Trunojoyo Sampang merupakan indikasi belum maksimalnya penagihan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Tertutupnya pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang, mengenai  angka sisa piutang tunggakan pelanggan menuai respon tidak sedap dari kalangan wakil rakyat. Mereka menilai, tidak ada perkembangan signifikan hasil penagihan yang dilakukan selama ini. Semestinya, kerjasama dengan penegak hukum harus ada hasil memuaskan.

Sehingga, akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, jika penagihan lebih maksimal akan berdampak kepada pendapatan daerah meski tidak secara langsung. Namun, manajemen PDAM masih setengah hati memaksimalkan penagihan. Hal ini diungkapkan anggota Komisi I DPRD Bangkalan Aulia Rahman, Kamis (5/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, salah satu alasan PDAM tidak bisa mengungkapkan hasil tagihan tunggakan pelanggan akibat hasil yang masih minim. Jika memang tidak ada rekap, berarti manajemen keuangan di PDAM tidak jelas. Semestinya, setiap penagihan berhasil langsung di input. Otomatis, rekapitulasi piutang jelas.

“Dipastikan, data piutang akan terupdate. Jadi, tidak mungkin belum direkap jika memang mau terbuka. Saya yakin, tidak ada perkembangan signifikan. Sehingga PDAM menutupi data itu. Kami hanya menyayangkan manajemen yang masih setengah hati menagih tunggakan,” kesalnya.

Sebab, jika beralasan belum direkap, maka setiap pelanggan membayar tidak tercatat secara langsung. Hal itu dinilai, akan memunculkan data yang tidak valid. Sehingga, perlu adanya keseriusan manajemen PDAM melakukan penagihan dan pencatatan. “Harus ada evaluasi, kenapa tunggakan besar. Sehingga tidak ada tambahan tunggakan yang semakin merugikan BUMD,: tegasnya, wakil rakyat tiga periode tersebut.

Untuk diketahui, data yang dihimpun Kabar Madura, pada bulan Maret 2021 piutang tagihan pelanggan masih sebesar Rp10.559.269.893. Namun, hingga saat ini tidak jelas perkembangan piutang yang menjadi salah satu beban PDAM.

Direktur PDAM Trunojoyo Sampang, Dani Darmawan mengaku, sudah maksimal melakukan penagihan. Hanya saja, belum bisa menyampaikan data tunggakan lantaran belum melakukan perhitungan total. Menurutnya, ada sebagian keuangan yang semestinya tidak masuk piutang. Namun, selama ini masih masuk dalam perhitungan piutang.

“Bukan kami tidak merekap setiap ada penagihan yang sukses. Tapi, kami belum menghitung jika piutang dikurangi dana yang tidak semestinya digabung. Hal itu, sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” responnya.  (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *