PDI-P Masih Kesulitan Lawan Partai Islam di Sampang


PDI-P Masih Kesulitan Lawan Partai Islam di Sampang
(KM/IST)

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Lantaran hanya berhasil mengantarkan dua wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang pada Pemilu 2019 lalu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sampang mulai berbenah. Pada penjaringan calon anggota legislatif (caleg) untuk Pemilu 2024 dijadikan momen pembenahan.

Bendahara DPC PDI-P Sampang Iwan Effendi mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan fit and proper test terhadap bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang akan maju dari PDI-P di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Pihaknya tidak membedakan antara petahana dan nonpetahana dalam proses penjaringan bacaleg. Siapa pun yang memilki keinginan untuk maju dari PDI-P akan diamini dan diberikan rekomendasi.

Bagi Iwan, tidak ada istilah nonkader dalam proses penjaringan bacaleg. Sebab, saat direkomendasi sebagai bacaleg, maka siapa pun akan mendapatkan kartu tanda anggota (KTA). Sehingga, pihaknya tidak memprioritaskan petahana untuk nyaleg.

“Kami komunikasi sudah ada dengan tokoh-tokoh berpengaruh. Tapi di hadapan partai, semuanya sama,” kata Iwan, Minggu (16/10/2022).

Menurut Iwan, PDI-P di Sampang masih perlu bekerja keras. Sebab, keterwakilan di DPRD Sampang hanya dua orang. Mereka terpilih dari dua daerah pemilihan (dapil), yakni dapil Sampang 1 dan Sampang 4. Sementara dapil 2 dan dapil 5 tidak ada calon dari PDI-P.

Meski begitu, PDI-P tidak segan memasang target. Targetnya di pileg 2024 mendatang yaitu memperoleh satu fraksi, atau sedikitnya meraih enam kursi. Sebab, selama ini, PDI-P masih bergabung satu fraksi dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

 “Syukur-syukur kalau di setiap dapil ada semua,” imbuh anggota Komisi II DPRD Sampang itu.

Iwan mengakui, PDI-P masih sulit berkembang di Sampang. Sebab, masyarakat Sampang lebih condong terhadap partai Islam. Terlebih lagi, mayoritas warga Sampang merupakan warga Nahdlatul Ulama. Sehingga, keberadaan partai nasionalis seperti PDI-P kurang diterima di Sampang.

“Tapi kami yakin, ke depan dengan berbagai upaya yang kami lakukan PDI-P bisa diterima,” pungkasnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna