oleh

PDPP Samsat: 10 Persen Pemilik Kendaraan Tidak Bayar Pajak

Kabarmadura.id/Sumenep-Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Sumenep Abdur Rakhman mengatakan, total kendaran bermotor atas nama warga Sumenep sebanyak 205. 698 unit. Hanya saja, 10 persen di antaranya tidak membayar pajak sesuai ketentuan.

“Jika tidak membayar pajak, maka akan ditilang sesuai aturan yang berlaku,” katanya, Senin (2/12/2019).

Dijelaskan, saat ini dirinya terus menggenjot pendapatan melalui pajak kendaraan bermotor ini. Untuk itu, ia akan terus berupaya mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Ia juga akan meningkatkan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat agar mereka taat bayar pajak.

“Sebenarnya perpanjangan sangat mudah dilakukan, hanya saja masyarakat enggan untuk meperpanjang STNK-nya,”ujarnya.

Untuk itu, Abdur mengimbau agar masyarakat membayar pajak tepat waktu. Untuk membayar pajak ini, masyarakat harus menyiapkan dokumen berupa STNK lama asli dan fotokopi, fotokopi BPKB, KTP asli dan fotokopinya sesuai nama yang tercantum di STNK dan BPKB.

Adapun mengenai tarif pajak kendaraan bermacam macam. Jika kendaraan bermotor roda 2 di atas 2015 maka akan bayar pajak lebih dari Rp200.000. Jika di bawah tahun 2015, maka akan dikenai pajak senilar di bawah Rp200 ribu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Faisal Muhlis menyatakan, semua kendaraan bermotor wajib diperpanjang sesuai aturan yang berlaku. Sebab, jika tidak diperpanjang akan beresiko, salah satunya ditilang polisi.

“Selain itu, akan menambah kerugian pada negara dan akan mengancam pada PAD yang ditentukan pemerintah,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed