oleh

Pedagang Bendera Luar Madura “Serbu” Kabupaten Pamekasan, Mengapa?

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Mendekati peringatan HUT RI ke-75, sejumlah pedagang bendera di Pamekasan berdatangan. Sebagian dari mereka berasal dari luar Pulau Madura.

Para pedagang tersebut “menyerbu” Pamekasan karena selalu membawa untung. Namun kini, mereka sedang buntung; omsetnya menurun drastis.

“Kami selalu memanfaatkan momentum ini untuk meraup rejeki,” kata Anton, seorang pedagang bendera di sepanjang trotoar Jalan Trunojoyo Pamekasan.

Pria yang akrab disapa Pak Anton itu mengaku sudah enam tahunan berdagang bendera. Dia rela datang jauh-jauh dari Kota Garut. Sayangnya, kini upayanya itu berbanding terbalik dengan tahun-tahun yang sudah dilalui.

“Omset penjualan bendera tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya diakibatkan oleh adanya wabah Covid-19,” ungkapnya.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Pak Anton untuk tetap berjualan. Dengan banyaknya pesaing yang tak lagi berjualan pada awal-awal Agustus, tambahnya, justru penjualannya mengalami peningkatan.

“Tapi hal tersebut tidak bertahan lama. Bahkan, mendekati HUT RI, dagangan saya malah sepi. Tak seperti apa yang diperkirakan sebelumnya,” kata Pak Anton.

Hal senada juga disampaikan oleh Pak Farid Harja, pedagang bendara yang sama-sama berasal dari daerah rantau. Pak Farid engaku bahwa memang omset penjualan bendera pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pak Farid yang sudah lima tahun ini menjadi pedagang bendera tiap agustus mengeluhkan keadaan.

“Dari hari pertama berdagang sampai mendekati HUT RI penghasilan tak menentu. Pastinya lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya,” ucap Pak Farid Harja.

Sekalipun sekarang sudah memasuki era normal baru (new normal), memang tak sedikit pedagang yang memilih tidak berjualan dulu. Itu mengingat keadaan belum stabil seperti sekarang ini. Hal tersebut dapat dilihat dari sepanjang trotoar Kota Pamekasan; terlihat tampak sepi tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. (02km/nam)

Komentar

News Feed