Pedagang di Pamekasan Akui Pendapatannya Menurun Dampak dari Relokasi Pasar Kolpajung

News246 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASANPendapatan sejumlah pedagang mengalami penurunan setelah mereka direlokasi dari Pasar Kolpajung ke tempat penampungan sementara (TPS) Kowel. TPS Kowel merupakan tempat sementara bagi pedagang Pasar Kolpajung yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Husnul (41), salah satu pedagang pakaian asal Kelurahan Kolpajung yang berdagang di TPS Kowel mengatakan, mengalami penurunan omzet sejak berdagang di lokasi tersebut. Pasalnya, los yang ditempati tidak strategis. Hal itu yang menyebabkan tidak adanya pembeli yang banyak mengetahui lapak dagangnya. 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Sebelum direlokasi, kata Husnul, dalam sehari dia bisa meraup omzet Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Setelah pindah ke TPS Kowel, pendapatannya justru tidak sampai satu juta perhari. Husnul juga mengaku, los atau kios yang disediakan dianggap tidak layak. Sebab, ketika terjadi hujan terdapat genangan air di ruas jalan.

Baca Juga:  Bupati Sampang Sidak Pasar Margalela, Cek Kesiapan Tampung Pedagang Limpahan Pasar Srimangunan

“Sekarang hanya kisaran Rp500 ribu. Jarang yang mau dapat satu juta. Kalau dulu, tembus Rp1 juta, kadang lebih. Kemarin sempat hujan selama dua hari, di jalan ini menggenang. Tapi masih bisa diatasi. Saya maklumi itu, karena ini sifatnya sementara. Ketika pembangunan pasar selesai, kita bakal pindah juga,” terangnya.

Selain itu, Hosnol Yatimah (52) pedagang bahan-bahan resep bakso mengatakan, pendapatannya juga mengalami penurunan dibanding di tempat semula (Pasar Kolpajung, red). Menurutnya, pembeli di sekitar TPS Kowel tidak seramai saat di Pasar Kolpajung. Hal itu dikarenakan, masih banyak pedagang yang enggan pindah ke TPS Kowel. Mereka berjualan di sekitar area Pasar Kolapajung. 

Baca Juga:  Mulai Terapkan Sanksi Sesuai Perda Tembakau di Pamekasan

“Seandainya mereka juga pindah ke sini, pengunjung akan banyak, seperti di Pasar Kolapajung dulu. Aktivitas jual beli ini tidak sebanyak dulu dan itu bisa mempengaruhi pendapatan pedagang yang ada di sini,” ucapnya.

Untuk diketahui, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, tidak ada respon dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan hingga berita ini diterbitkan.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Moh. Hasanuddin 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *