Pedagang Kain di Sampang Terinfeksi Covid-19

  • Whatsapp
(Foto: KM/IST FOR KM) BERTAMBAH: Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kembali merilis satu tambahan pasien terinfeksi Covid-19 dari Kecamatan Pangarengan.

Kabarmadura.id/Sampang-Jumlah pasien terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sampang kini menjadi lima pasien. Jumlah itu bertambah dari empat kasus sebelumnya. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang, penambahaan satu pasien terkonfirmasi Covid-19 itu, berasal dari pedagang di Kecamatan Pangarengan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Sampang Djuwardi menyampaikan, per Senin (18/5/2020) ada tambahan satu pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Pasien itu berinisial H (34) dengan jenis kelamin perempuan asal Kecamatan Pangarengan.

Bacaan Lainnya

Pasien 05 Sampang itu kesehariannnya berdagang kain dan berbelanja ke luar Madura, sehingga sangat memungkinkan terpapar pada saat menjalankan proses transaksi jual beli.

“Iya ada tambahan satu pasien terkonfirmasi Covid-19, saat ini kami sedang melakukan tracing kepada keluarga pasien dan orang yang pernah berkontak langsung dengan pasien dari klaster pedagang ini setelah yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi dari hasil swab yang keluar pada Senin (18/05/2020) sekitar jam 14:00,” ungkapnya.

Dengan bertambahnya pasien Covid-19 di Sampang itu, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan selalu memakai masker serta mentaati imbauan dari pemerintah dan menjalankan tatalaksana kesehatan, termasuk sering melakukan cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan massa.

Lanjut dia, saat ini di Sampang sudah ada sebanyak 5 pasien yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19,  pasien dalam pengawasan (PDP) 8 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 445. Maka diharapkan tingkat kesadaran dari masyarakat untuk saling menjaga dan berkerja sama dalam mencegah, menangani wabah Covid-19.

“Mari kita semua saling menjaga dan meminimalisir sebaran Covid-19 dengan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan serta wilayah kita masing-masing,” pintanya.

Sekretaris Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman meminta pemkab melalui gugus tugas terbuka kepada masyarakat terkait data pasien Covid-19. Terlebih saat ini sudah banyak pasien yang dirawat isolasi di BLK Sampang, bahkan sebagian sudah ada yang meninggal dunia dan dimakamkan sesuai SOP Covid-19.

Pihakya terus mendorong dan mendukung langkah pemkab dalam melakukan upaya pencegahan penanganan wabah Covid-19. Namun pihaknya juga mendesak agar pemkab transparan kepada masyarakat, semisal jumlah pasien yang dirawat isolasi di BLK baik yang baru masuk atau yang sudah keluar serta realisasi anggaran pencegahan penanganan Covid-19 yang mencapai Rp137 miliar itu.

“Kami minta pemkab transparan kepada masyarakat, terkait pasien yang terkonfirmasi Covid-19, OPD dan PDP ini,” singkatnya. (sub/pin/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *