oleh

Pedagang Kain Sepi Pembeli , Retribusi Tetap Ditarik

Kabarmadura.id/Bangkalan-Dampak wabah Covid-19 membuat penghasilan para pedangang kain kian hari menepis. Kendati mendekati bulan Ramadan yang biasa ada peningkatan pembeli, namun saat ini minat pembeli kian sepi.

Nares, salah satu pedagang kain di  Pasar Ki Lemah Duwur (KLD) mengeluhkan adanya wabah Covid-19. Sebab membuat mata pencahariannya sangat turun drastis bahkan sampai 90 persen.

“Akibat Covid-19 pendapatan kami menurun, katanya banyak yang takut akan keluar rumah,” tuturnya, Kamis,16/4/2020.

Kondisi penjualan yang terus sepi membuatnya terancam gulung tikar. Namun kondisi itu masih bisa disiasati karena toko kain miliknya dikordinir sendiri.

“Kerugian saya hanya uang bensin saja, sebab untuk mondar mandir dari rumah ke toko butuh biaya, selain itu yang saya jual hanya kain batik jadi kalau tidak laku hari ini maka akan di jual keesokan harinya sehingga kerugian saya tidak begitu banyak,” imbuhnya.

Sedangkan Homsiyah,  penjual pakaian di KLD juga  mengaku terpaksa harus mengurangi karyawannya. Dikatakannya, sebelumnya ada sekitar 6 orang, namun karena kondisi sangat sepi  dirinya hanya menyisakan 2 orang penjaga saja.

Homsiyah menambahkan, mengacu pada tahun sebelumnya satu bulan menjelang bulan Ramadan biasanya pembeli sangat ramai, namun sekarang sangat sepi.

“Pendapatan saya jika menjelang bulan puasa seperti ini bisa mencapai 3 sampai 4 juta, namun untuk tahun ini jauh dari harapan,” keluhnya.

Selain itu, di saat kondisi pasar dalam keadaan sepi dirinya mengaku masih membayar retribusi. Sehingga kondis itu membuat banyak penjual kain yang tutup toko karena tidak mampu bayar retribusi.

“Saya pernah tutup selama 2 Minggu sebab walaupun dalam sepi dan tidak mendapatkan pembeli sama sekali saya masi ditarik teribusi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Ilyas Santoso menuturkan, untuk sepinya pelanggan itu diakibatkan adanya Covid-19. Pihaknya masih ingin mengadakan rapat dengan sejumlah pihak terkait mencari solusi bersama, khususnya nasib para pedagang.

Sedangkan  Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Disdag Bangkalan Pasar Sutanto mengatakan, untuk retribusi selama pasar itu dibuka baik dalam keadaan sepi ataupun ramai pihaknya tetap menjalankan kewajibannya menagih retribusi sesuai dengan aturan yang ada.

“Retribusi tetap menjadi kewajiban pedagang, kami mengikuti aturan bukan menyesuaikan terhadap pengunjung,” tukasnya. (sae/mam)

 

Komentar

News Feed