Pedagang Korban Kebakaran Tunggu Kepastian Bantuan

  • Whatsapp
KM/FA'IN NADOFATUL M. TIDAK TERSISA: Terlihat rentetan kios Pasar Tanah Merah yang terkena kebakaran, Senin (28/10/2019) lalu.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kendati sudah berlalu selama sebulan, kebakaran yang terjadi di Pasar Tanah Merah, Senin (28/10) lalu, tidak kunjung terungkap peyebabnya. Sebab, Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan belum memberi kejelasan mengenai hasil penyelidikan penyebab kebakaran pasar tersebut.

Kepala Polres (Kapolres) Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengaku masih menunggu hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur (Jatim). Sedangkan dari pihak Labor Polda Jatim, sebelumnya telah menjanjikan hasilnya setelah tiga pekan. Selang tiga pekan berlalu, hingga kini belum ada titik terang penyebab kebakaran tersebut.

“Belum, belum keluar hasilnya. Kami juga masih menunggu. Kalau sudah keluar, pasti akan kita kasih tahu,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Persatuan Pedagang (Persada) Pasar Tanah Merah, Lukman Elhaq mengatakan, kegiatan pedagang di Pasar Tanah Merah belum berjalan maksimal. Lukman mengungkapkan, hanya sebagaian pedagang saja yang aktif kembali berjualan. Sedangkan pedagang lainnya masih menuggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

“Sebagian sudah berjualan, tapi belum efektif seperti biasanya. Sampai saat ini mereka hanya bisa berjualan dengan fasilitas seadanya. Kapan hari ada bantuan dari BPBD, cuma itu hanya terpal yang sudah goyang kalau kena sapsap angen langbusbus‘ (goyang diterpa angin). Mereka masih mengharap bantuan dari pemkab yang sudah dijanjikan,” ujarnya, Selasa (19/11).

Namun, lanjut Lukman, hingga kini bantuan yang dijanjikan Pemkab Bangkalan dengan anggaran sebesar Rp500 juta tersebut, belum ada kejelasannya juga,  apakah berupa uang atau barang.

“Belum pasti, kemarin bahasanya ada yang usul ganti seng, tapi sebagian mereka sekarang sudah berbenah,” tuturnya.

Saat ini, sebagian pedagang yang kembali membuka lapaknya untuk berjualan masih bertahan di bekas kiosnya telah terbakar. Namun sebagian lagi  sudah membangun kiosnya seadanya.

“Ada juga yang masih nunggu dan berharap kira-kira bentuk bantuan apa yang akan diberikam pemerintah,” ucapnya.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, sebenarnya dana yang diambilkan dari anggaran tidak terduga, hanya senilai Rp450 sampai Rp500 juta. Sedangkan, bantuan yang akan diberikan, berupa benda atau alat kebutuhan untuk mendirikan kios lagi.

“Kami usahakan bulan ini sudah terealisasi, bantuannya bukan berupa uang tunai. Tetapi seperti keperluan seng atau kebutuhan lainnya untuk kios,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *