Pedagang Overload Timbulkan Kemacetan, Penataan Pasar Tradisional Masih Belum Tuntas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BELUM TERATASI: Sejumlah pedagang tumpah ke jalan sebab kelebihan kapasitas alias overload.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pembenahan sejumlah pasar tradisional di Sumenep masih menimbulkan kemacetan lalu lintas. Hal itu disebabkan pedagang di pasar tetap berjualan di pinggir jalan sebab pasar jumlah pedagang melebihi kapasitas pasar alias overload.

Beberapa pasar yang tetap menimbulkan kemacetan yaitu Pasar Marengan, Lenteng, Ganding dan Pasar Pragaan (Prenduan). Bahkan, di Pasar Pragaan, aktivitas para pedagang yang meluap ke sekitar SDN 1 Pragaan Laok dinilai mengganggu para siswa.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi mengatakan, pihaknya tidak lagi fokus pada retribusi pasar tradisional. Sebab, ia mengakui ada beberapa pasar yang harus terus dibenahi.

“Repot, bukan tidak dipikirkan, tetapi titik permasalahannya memang tidak mudah diselesaikan. Misalnya persoalan overload repot karena rata-rata pasar mingguan. Jadi misalnya persoalan macet, itu terjadi hanya satu kali,” katanya.

Lebih lanjut, Ardi (sapaan akrabnya) merinci, jumlah pasar daerah di Sumenep sebanyak 38 pasar. Sementara yang aktif hanya 29 pasar. Hal itu juga menjadi persoalan yang menurutnya sulit dituntaskan.

Ia juga menambahkan, salah satu yang menjadi pertimbangan yaitu biaya yang harus dikeluarkan sangat besar, sementara pasar hanya beroperasi sepekan sekali.

“Hanya sebagai upaya nanti kita maksimalkan pada pendataan pedagang, karena kadang mereka tidak konsisten, pindah-pindah. Nah, itu salah satu sebab pasar sulit dikondusifkan, selain memang karena overload,” jelasnya.

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *