Pedagang Pasar di Sumenep Disebut Bandel Bayar Tunggakan Retribusi

(KM/IMAM MAHDI) NUNGGAK: Tunggakan retribusi pasar senilai Rp1,2 miliar, Diskop UKMPP Sumenep dituntut kreatif dalam menagih.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep masih dibuat bingung oleh tunggakan retribusi para pedagang pasar. Nilainya mencapai mencapai Rp1,2 miliar.

Penanggung Jawab Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKMPP) Sumenep Azam mengatakan, sangat sulit  menagih para pedagang.

Menurut dia, strategi dan usaha sudah dilakukan. Namun masih belum terkabul.  Oleh karena itu, dirinya mengaku saat ini masih melakukan strategi khusus, yakni menagih secara sistem kekeluargaan.

Bacaan Lainnya

“Kalau masyarakat atau pedagang dilakukan secara kasar maka semakin menghindar,” kata Azam.

Awalnya,  tunggakan yang belum dibayar senilai Rp1,3 miliar. Saat ini, yang ditagih dan membayar sekitar Rp 1 miliar.

“Kami harap para pedagang di pasar Sumenep dapat membayar retribusi,” tegas dia.

Diketahui, target pendapatan asli daerah (PAD) pasar lebih dari Rp1,6 M lebih. Saat ini, capaiannya masih sedikit, yakni sekitar Rp900 juta.

Atas kondisi itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari sangat kecewa dengan kinerja OPD terkait. Setidaknya, alasan karena adanya kenakalan pedagang tidak harus dijadikan alasan utama.

“Gagal menarik tunggakan, berarti kurang berusaha dan tidak mencari solusi,” tegasnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menawarkan solusi, yakni OPD  memanggil para pedagang. Misalnya, ditanyakan alasannya dan membuat komitmen untuk membayar.

“Kalau hanya menunggu tanpa ada usaha lain,maka sampai saat ini tidak tertagih. Intinya, harus terus berusaha,” ucap dia.

Berdasarkan data Diskop UKMPP Sumenep, ada sebanyak 31 pasar di Sumenep, antara lain Pasar Anom Baru, Lenteng, Rubaru, Nyapar di Dasuk, Gapura, Prenduan, Ganding, Banasare di Rubaru, Kolpo di Batang-Batang, Manding, Shopping Centre di Kota Sumenep, Bluto,Bangkal Toko, Ambunten, Basoka di Rubaru, Pasongsongan, Dungkek, Guluk-guluk, Lenteng Barat, Batang-Batang, Beringin, di Dasuk, 17 Agustus, Keles di Ambunten, Batuputih dan Pasar Bicabbi di Dungkek.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.