Pedagang Wajib Tempati Kios Baru di Pasar Tanah Merah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENGERJAKAN: Para pekerja bangunan menyelesaikan pembangunan Pasar Tanah Merah Bangkalan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Realisasi pekerjaan Pasar Tanah sudah rampung. Hanya saja dalam finishingnya, harus membongkar kios dan toko lama. Sedikitnya, 800 pedagang diminta agar menempati bangunan baru senilai Rp24 miliar.

Salah satu Pedagang Pasar Tanah Merah Riskiatur Rohmah mengaku, tidak akan pindah ke lokasi yang baru dan akan tetap menempati toko yang lama. Sebab sejak kejadian kebakaran dulu, banyak pedagang yang sudah memperbaiki bangunan dengan dana sendiri tanpa bantuan pemerintah.

“Kalau sudah selesai bagus, silakan ditempati, tapi saya tetap mau disini, tgidak ,au pindah ke tempat yang baru,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).

Menurutnya selama 2 tahun, hampir semua pedagang menunggu penyelesaian pembangunan pasar. Namun selama menunggu, aktivitas di pasar juga tidak bisa dihentikan. Sebab ada beberapa bangunan milik pedagang yang sudah berdiri kokoh. “Kalau memang harus pindah, kami berharap nanti ada pengganti biaya yang kami keluarkan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Sutanto memaparkan, total biaya yang dihabiskan untuk menyelesaikan bangunan tersebut mencapai Rp24 miliar. Rinciannya, anggaran tahap pertama Rp19 miliar dan tahap kedua Rp5 miliar. “Penyelesaian dianggarkan sebesar Rp5 miliar, tapi hanya digunakan sebesar Rp4,7 miliar,” responnya.

Sedangkan sisa anggaran akan digunakan untuk pemasangan rolling door, cat pasar, dan pembangunan tangga, pemasangan paving serta pembuatan drainase hingga tembus ke sungai. “Anggaran itu hanya untuk Pasar Puloijo yang memang juga menjadi rancangan kami,” paparnya.

Meski rampung, pengerjaan pasar yang dimulai sejak tanggal 16 September hingga 14 Desember 2021 ini belum bisa ditempati. Sebab konstruksi pekerjaan harus melalui masa pemeliharaan selama enam bulan. “Kalau mengikuti aturan pertengahan tahun 2022 sudah bisa ditempati, tergantung permintaan pedangan,” jelasnya.

Selain itu, ada bagian yang harus dibongkar lebih dulu. Tujuannya, agar akses keluar masuk para pedagang tidak terhambat dengan pasar lama. Pihaknya optimis, para pedagang yang sudah memiliki kios di pasar lama akan menempati lokasi pasar baru. “Masyarakat tidak bisa menolak, karena pemerintah sudah menyediakan lahan. Maka harus pindah, selain itu juga gratis kepada pedagang di sana,” tegasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *