Peduli Lingkungan, Ikatan Pemuda Lebak Arosbaya Edukasi Masyarakat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) KREATIF: Ikatan Pemuda Lebak Arosbaya mengolah sampah

KABARMADURA.ID, BANGKALA, AROSBAYA – Merasa miris melihat kondisi sampah yang ada di desanya, sekumpulan pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Lebak  Arosbaya memulai aksinya. Kepeduliannya  terhadap lingkungan, mendorong mereka berinisiatif  mengadakan acara bernama “Tambengan Pembuangan Sampah” (TPS).

Ketua Ikatan Pemuda Lebak Aziz Seruput menyampaikan,  kegiatan itu terselenggara karena adanya semangat pemuda Lebak, Arosbaya. Sebab, kata Aziz, mereka merasa terkana dampak negatif  dari pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat ke sungai Tambengan Arosbaya.

Bacaan Lainnya

“Kami berikan edukasi kepada masyarakat bersama bapak sekcam (sekertaris camat) sebagai perwakilan bapak camat, Kapolsek Arosbaya, Danramil, klebun Arosbaya, kepala puskesmas Arosbaya dan tokoh masyarakat peduli lingkungan Arosbaya,” ujarnya, Minggu (20/12/2020).

Selain air dan ekosistem yang tercemar, perahu nelayan Arosbaya banyak yang rusak karena sampah mengendap di baling perahunya. Maka, aziz sebagai salah satu pemuda Lebak memberi alternatif pemecahan masalah.

Pemecahan masalah tersebut antara lain, menyiapkan bak sampah di sekitar jembatan, memperindah Sungai Tambengan dengan vertikal garden dan menutup dengan paranet atau kawat agar orang tidak bisa membuang sampah di sungai itu.

“Kami juga berinisiatif untuk menindak tegas jika ada orang  yang ketahuan membuang sampah sembarangan ke sungai,” ujarnya.

Selain itu, dia dan para pemuda lainnya berencana untuk mengelola bank sampah secara optimal untuk mengurangi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Namun, semangat pemuda Lebak Arosbaya terkendala pendanaan.

Aziz berharap, ada dukungan dan peran dari lintas sektor. Terutama pemerintah setempat yang mempunyai kebijakan. Apalagi  masyarakat pesisir sangat resah dengan menumpuknya sampah yang datang dari Sungai Tambelengan.

“Sampah yang datang mulai dari plastik, paspes, sampah penjual pasar, dan lain-lain,” tuturnya.

Aziz berkata, meski terkendala pendanaan, para pemuda Lebak akan tetap bersemangat dan antusias memperbaiki dan menjalankan fungsi sungai yang dulunya sebagai aliran air yang dilewati nelayan; namun  seiring berjalannya waktu kini beralih fungsi menjadi TPA.

Aziz menuturkan, 12 temannya yang ikut dalam ikatan pemuda Lebak itu adalah  pemuda-pemuda yang rela dijadikan relawan untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah.  Khususnya sosialisasi mengenai bahayanya membuang sampah sembarangan dan edukasi secara dini untuk menciptakan karakter pemuda yang peduli terhadap lingkungan.

“Kami mengetahui, pelajar sudah tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan,” terangnya.

Aksi dan rencananya  sempat membuahkan hasil. Pihak kecamatan dan lintas sektor yang lain menyambut baik kepedulian dan semangat pemuda Lebak tersebut. Bahkan, telah menyarankan untuk segera merealisasikan kegiatanya. Selain itu, juga siap mendukung, baik tenaga, maupun dana.

“Alhamdulillah, usaha peduli lingkungan yang telah kami lakukan telah didukung. Jadi, setelah ini kami akan siap beraksi agar tidak ada sampah lagi di Sungai Tambelangan yang bisa merugikan para nelayan,” pungkasnya. (ina/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *