Peduli Lingkungan, KPLH Gencar Tanami Pohon di Lokasi Pertambangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) PEDULI: Pertambangan dinilai penyebab banjir, KPLH tanami pohon di lokasi pertambangan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Berdiri sejak tanggal 22 Maret 2020 lalu, Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup (KPLH) Pamekasan memiliki perhatian besar terhadap kelestarian dan keasrian lingkungan hidup di Kabupaten Pamekasan.

Komunitas yang saat ini terdiri dari 12 orang anggota ini giat dalam melakukan gerakan yang orientasinya memupuk semangat kecintaan terhadap kekayaan alam, serta mengedukasi masyarakat Pamekasan bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan hidup merupakan investasi masa depan untuk keberlangsungan hidup anak cucu mereka.

Bacaan Lainnya

Bahkan, KPLH juga giat dalam mengajak masyarakat Pamekasan untuk berperan aktif  menjaga lingkungan hidup dan mencegah segala upaya pengrusakan terhadap lingkungan hidup.  Menurutnya, hal itu hanya akan merugikan anak cucu mereka di masa mendatang.

“Mungkin sekarang belum dapat kita rasakan, tapi sepuluh atau  dua puluh tahun lagi, anak cucu kita akan merasakan dampak buruknya,” ucap Ketua KPLH Pamekasan Fathor Rosi.

Kepeduliannya terhadap lingkungan hidup digambarkan dengan melakukan penanaman lohin di area lokasi pertambangan di Desa Palengaan Laok dan Desa Akkor Kecamatan Palengaan. Di wilayah tersebut, menurutnya, kerap dilakukan kegiatan pertambangan yang hanya akan mencekik anak cucu masyarakat Pamekasan di masa yang akan datang.

Karenanya, pihaknya menanami pohon pada area itu agar alam yang sempat dirusak oleh pihak-pihak yang hanya mementingkan keuntungan sesaat dapat kembali lestari. Sebab menurutnya, hutan di perbukitan tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota yang bisa menyerap gas karbondioksida (Co2), tetapi juga dapat berfungsi sebagai sistem penahan dan penyerap air.

“Dalam hal ini, hutan di perbukitan berfungsi sebagai penyimpanan air cadangan saat musim kemarau,” ujar pria yang akrab dipanggil Rosi itu.

Rosi menambahkan, air hujan sebagian mengalir ke laut dan sebagian lagi diserap tanah dan akar pohon. Menurutnya, akar akan berfungsi jika pohonnya ada, dan tidak ditebang sembarangan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Jika pohon-pohon ditebang hanya untuk kepentingan kaum kapitalis, maka akar-akar akan mati dan tidak bisa menyerap air.

“Saat musim kemarau, sumber mata air akan mati. Saat musim penghujan akan mendatangkan banjir, karena sungai yang ada tidak mampu menampung volume derasnya air,” sambungnya.

Pihaknya melakukan penanaman pohon di perbukitan yang sudah digerus oleh usaha pertambangan. Sebab pihaknya menilai kejadian banjir yang melanda Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu dampak dari usaha pertambangan di sejumlah perbukitan yang tetap beroperasi.

“Mereka tidak memperhatikan akar pepohonan di perbukitan yang berguna untuk menyerap air di musim penghujan dan menyimpannya di musim kemarau,” pungkasnya. (ali/km58)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *